Nasional Metropolis Daerah Pro Bisnis Ekonomi Olahraga Otomotif Internasional Kriminal Features Mozaik Ramadan Tekno Entertainment Event Kesehatan Kuliner Lifestyle Ragam Cahaya Iman

Tips Sukses Menanam Bidara India di Lahan Sempit Rumah Anda

Chairunnisya • Rabu, 15 April 2026 | 20:00 WIB
Bidara India (JAWAPOS)
Bidara India (JAWAPOS)

PONTIANAK POST - Bagi Anda penghobi kebun rumahan yang mendambakan tanaman buah yang cepat menghasilkan namun mudah dirawat, Apel Putsa bisa menjadi pilihan utama. Tanaman yang sejatinya bernama Bidara India ini sangat adaptif dengan iklim tropis, sehingga sangat cocok ditanam di Indonesia, baik langsung di tanah maupun di dalam pot (tabulampot).

Meski memiliki nama "apel", tanaman ini sebenarnya bukan berasal dari keluarga apel.

"Itu hanya sebutan karena bentuk buahnya yang bulat kecil menyerupai apel mini dengan kulit hijau kekuningan saat matang," ujar Tunggul Prasetya, seorang kreator kebun sekaligus petani Gen Z yang populer di akun @tunggul.prasetya, dikutip dari Jawapos.

Baca Juga: Kiat Menempel Anggrek Pola Zig-zag Satu Dahan Satu Jenis Bunga

Keunggulan Teknik Sambung Pucuk

Menanam Apel Putsa bisa dilakukan melalui biji atau stek, namun Tunggul sangat merekomendasikan teknik sambung pucuk atau grafting. Teknik ini menggabungkan keunggulan dua tanaman, misalnya batang bawah Bidara Arab yang punya akar kuat disambung dengan Bidara India yang produktif.

"Dengan teknik grafting, tanaman sudah bisa mulai berbuah dalam waktu singkat, hanya sekitar tiga hingga empat bulan, dan produksinya berlangsung secara kontinu," jelasnya.

Baca Juga: 5 Jenis Tanaman Hias yang Bermanfaat untuk Taman Anda

Rahasia Perawatan: Minimalis Tapi Maksimal

Salah satu keunggulan Bidara India adalah daya tahannya terhadap kondisi kering. Jika ditanam di planter bag, penyiraman cukup dilakukan dua kali seminggu. Bahkan, jika ditanam langsung di tanah, tanaman ini tetap mampu bertahan meski jarang disiram.

Namun, ada beberapa poin penting dalam perawatannya. Pertama, penyangga (ajar). Karena karakternya yang merambat, tanaman memerlukan penyangga agar tumbuh optimal.

Kedua, pemangkasan (pruning).  Pruning wajib dilakukan setelah panen. Tunggul bercerita bahwa satu pohonnya pernah menghasilkan 700 buah, namun ia menyortirnya agar kualitas buah tetap terjaga.

"Pruning penting supaya muncul calon bunga baru," tambahnya.

Baca Juga: Cicak Enggan Masuk! Ini 5 Tanaman Pengusir Cicak yang Terbukti Efektif

Ketiga, hindari insektisida saat berbunga. Saaat tanaman mulai berbunga, jangan menyemprotkan insektisida karena bisa menyebabkan bunga rontok.

Melindungi Buah dari Hama

Setelah bunga berubah menjadi bakal buah, barulah perlindungan ditingkatkan. Buah sebaiknya dibungkus setelah berumur sekitar dua minggu untuk menghindari serangan lalat buah. Untuk nutrisi, Tunggul menyarankan penggunaan pupuk organik seperti pupuk kandang atau kohe guna menjaga kualitas rasa buah yang renyah, manis, dan berair.

Lalu, bagaimana cara mengetahui buah sudah siap petik?

"Ciri apel putsa siap panen bisa dikenali dari perubahan warna daun di bagian atas buah. Biasanya daunnya menguning dan muncul garis-garis kuning, itu tandanya buah sudah matang," pungkas Tunggul. (*)

Editor : Chairunnisya
#bidara #tips tanaman #lifestyle #tanaman hias #Budidaya