Nasional Metropolis Daerah Pro Bisnis Ekonomi Olahraga Otomotif Internasional Kriminal Features Mozaik Ramadan Tekno Entertainment Event Kesehatan Kuliner Lifestyle Ragam Cahaya Iman Cek Fakta For Her Jelita Bursa Properti

Peluang Usaha Menjanjikan untuk Pensiunan dengan Risiko Minim

Chairunnisya • Selasa, 21 April 2026 | 19:47 WIB
Ilustrasi orang tua menghitung uang (AI)
Ilustrasi orang tua menghitung uang (AI)

 

PONTIANAK POST - Masa pensiun kerap dipandang sebagai akhir perjalanan karier. Namun, bagi sebagian orang, fase ini justru menjadi awal kehidupan baru yang lebih produktif, salah satunya dengan memulai usaha.

Konsultan bisnis, Firman Elhakim, menekankan bahwa sebelum terjun ke dunia usaha, hal pertama yang perlu disiapkan adalah kesiapan psikologis.

Menurutnya, perubahan peran dari seorang pengambil keputusan menjadi pemula membutuhkan mental yang kuat.

“Dari seorang bos, kini menjadi pemula lagi. Ini butuh kesiapan mental, terutama untuk menghadapi penolakan dan belajar hal baru,” ujarnya, dikutip dari Jawapos.

Setelah itu, calon pelaku usaha disarankan memetakan potensi bisnis berdasarkan pengalaman kerja dan hobi yang dimiliki. Keahlian yang telah dikuasai selama puluhan tahun bisa menjadi modal penting, terutama jika memiliki nilai komersial.

Baca Juga: Hadapi Tantangan Usaha di Masa Pandemi, Vito Setiady Bagikan Tips

Peluang yang Relatif Aman

Firman membagi peluang usaha bagi pensiunan ke dalam beberapa kategori yang relatif aman.

Pertama, bisnis berbasis aset (asset-based business) yang menghasilkan pendapatan pasif, seperti indekos, kontrakan, atau penyewaan kendaraan dan peralatan hobi.

Jenis usaha ini dinilai minim risiko operasional harian, meski tetap memerlukan survei lokasi dan daya beli pasar.

Kedua, usaha waralaba atau franchise, seperti laundry dan minimarket. Model bisnis ini cocok bagi pensiunan yang ingin belajar tanpa harus memulai dari nol karena sistemnya sudah teruji.

Selain itu, sektor jasa juga menjadi pilihan menarik, terutama yang berbasis keahlian. Layanan konsultasi di bidang akuntansi, hukum, teknik, hingga sumber daya manusia sangat dibutuhkan pelaku usaha kecil dan menengah.

Baca Juga: Persiapan Masa Pensiun, Polres Landak Gelar Pelatihan Wirausaha

Sektor edukasi pun tidak kalah potensial. Membuka les privat atau kursus daring tidak hanya menghasilkan pendapatan, tetapi juga bermanfaat bagi kesehatan. Aktivitas ini dinilai dapat menjaga ketajaman otak serta membantu mencegah risiko demensia.

Jaga Kesehatan Finansial

Dalam menjalankan usaha, Firman mengingatkan pentingnya menjaga kesehatan finansial bisnis. Indikator usaha yang sehat antara lain memiliki arus kas positif, likuiditas terjaga, dan margin keuntungan yang stabil.

Ia juga menekankan disiplin dalam mengelola dana pensiun melalui konsep “tiga ember keuangan”.

Ember pertama dialokasikan untuk kebutuhan hidup selama tiga hingga lima tahun. Ember kedua diisi dengan pendapatan tetap seperti deposito. Sementara ember ketiga digunakan untuk bisnis dengan porsi maksimal 10 persen dari total aset.

“Total aset dikurangi dana darurat dan cadangan kesehatan, lalu dikalikan 10 persen. Jangan menarik dana investasi lebih dari 4 persen per tahun agar tabungan bisa bertahan hingga 30 tahun,” jelasnya.

Baca Juga: DPLK Bank bjb Dorong Masa Pensiun yang Lebih Bahagia dan Sejahtera

Terkait pengembangan usaha, Firman menyebut ada tanda-tanda yang perlu diperhatikan.

Bisnis layak dikembangkan jika sudah berjalan otomatis tanpa kehadiran pemilik lebih dari 70 persen waktu, permintaan pasar stabil meningkat selama setahun, dan modal ekspansi berasal dari keuntungan usaha.

Sebaliknya, pensiunan perlu waspada jika usaha mengalami kerugian besar, kesehatan terganggu akibat stres, atau muncul konflik keluarga. Kondisi tersebut menjadi sinyal untuk mengevaluasi bahkan menghentikan usaha.

Firman juga mengingatkan tiga kesalahan umum yang sering dilakukan pensiunan dalam berbisnis.

Yakni, mencampur keuangan pribadi dan usaha, mengabaikan kewajiban pajak UMKM sebesar 0,5 persen, serta tidak memiliki kontrak kerja yang jelas dengan karyawan.

“Hal-hal ini terlihat sepele, tetapi sering kali justru menenggelamkan usaha. Prinsipnya, pensiun itu untuk ketenangan, bukan beban,” pungkasnya. (*)

Editor : Chairunnisya
#masa pensiun #tips usaha #keuangan #usaha