Nasional Metropolis Daerah Pro Bisnis Ekonomi Olahraga Otomotif Internasional Kriminal Features Mozaik Ramadan Tekno Entertainment Event Kesehatan Kuliner Lifestyle Ragam Cahaya Iman

Rahasia Sukses Melatih Burung African Grey Agar Cepat Bicara Banyak Kosakata Baru

Chairunnisya • Kamis, 23 April 2026 | 12:22 WIB
African Grey (JAWAPOS)
African Grey (JAWAPOS)

PONTIANAK POST- African Grey bukan sekadar burung hias.

Di balik paduan bulu abu-abu keperakan dan ekor merah menyala yang elegan, burung asal Afrika ini menyimpan kecerdasan luar biasa yang membuatnya dijuluki sebagai primadona burung bicara.

Daya tarik utama African Grey terletak pada kemampuan kognitifnya. Lalang Kibar, pemilik Kibar Burung Indonesia, mengungkapkan bahwa burung ini mampu menyerap kosakata dalam jumlah besar.

"Khusus milik saya, bisa menyerap 10–15 kosakata dalam sehari," ujarnya, dikutip dari Jawapos.

Baca Juga: Tips Merawat Burung Kakaktua Jambul Kuning bagi Para Penghobi Pemula

Sebuah studi dalam jurnal Scientific Reports (2022) mencatat rata-rata African Grey mampu menirukan 60 kata. Namun, dengan pelatihan intensif, jumlahnya bisa melonjak hingga 600 kata.

Bahkan, ada yang mampu melantunkan surat pendek Al-Quran seperti Al-Ikhlas karena terbiasa didengarkan sejak dini.

Masa Emas Pelatihan

Kunci sukses melatih African Grey ada pada konsistensi. Masa emasnya berada pada rentang usia empat bulan hingga satu tahun. Di fase ini, otak burung sedang sangat optimal untuk belajar.

"Pagi ajak ngobrol singkat, malam perdengarkan rekaman suara. Itu cukup efektif," saran Lalang. Biasanya, pada usia lima hingga enam bulan, burung yang cerdas sudah mulai menirukan kata-kata pendek.

Baca Juga: Kisah Juri Burung Kicau: Tajamnya Telinga di Tengah Riuh Kompetisi

Kecerdasan Setara Anak Lima Tahun

Menariknya, burung ini disebut memiliki tingkat kecerdasan setara anak manusia berusia lima tahun. Mereka tidak hanya membeo, tetapi mampu mengenali emosi, memahami konteks kata, hingga membedakan warna dan jumlah benda.

Komitmen Tinggi dan Legalitas

Memelihara African Grey adalah komitmen jangka panjang. Burung ini berumur panjang dan bisa menjadi agresif saat masa birahi. Lalang mengingatkan agar penghobi tidak sekadar ikut-ikutan tren atau FOMO (Fear of Missing Out).

"Ini makhluk hidup, bukan mainan. Pelajari dulu karakternya, jangan asal beli," tegasnya.

Terkait legalitas, meski populasi di habitat aslinya terancam, African Grey yang beredar di Indonesia saat ini umumnya berasal dari penangkaran lokal yang legal.

Baca Juga: Bupati Karolin Dorong Penangkaran dan Pelestarian Burung Kicau di Landak

Statusnya masuk dalam Appendix I, sehingga kepemilikannya harus disertai izin resmi untuk memastikan burung tersebut bukan hasil tangkapan alam.

Tips bagi Pemula

  1. Pilih Usia yang Pas: Belilah burung minimal usia empat bulan yang sudah lepas masa lolohan untuk meminimalisir risiko kematian.
  2. Cek Legalitas: Pastikan berasal dari penangkaran resmi dengan dokumen lengkap.

  3. Kesehatan: Kenali dokter hewan spesialis unggas terdekat untuk mengantisipasi penyakit akibat cuaca ekstrem.

  4. Interaksi: Luangkan waktu untuk berinteraksi langsung agar ikatan batin kuat dan burung cepat bicara. (*)

Editor : Chairunnisya
#burung berkicau #burung #hewan peliharaan #kicau burung