Nasional Metropolis Daerah Pro Bisnis Ekonomi Olahraga Otomotif Internasional Kriminal Features Mozaik Ramadan Tekno Entertainment Event Kesehatan Kuliner Lifestyle Ragam Cahaya Iman

Cara Ampuh Mengatasi Penyakit Dieback agar Tanaman Mawar Tidak Cepat Mati

Chairunnisya • Kamis, 23 April 2026 | 17:43 WIB
Langkah pertama saat menemukan dieback adalah memangkas batang yang sakit. (JAWAPOS)
Langkah pertama saat menemukan dieback adalah memangkas batang yang sakit. (JAWAPOS)

PONTIANAK POST - Bagi para pencinta mawar, istilah dieback bukanlah hal yang asing. Penyakit ini merupakan momok menakutkan yang membuat batang mawar perlahan mati.

Jika terlambat ditangani, kondisi ini bisa menyebar ke seluruh cabang dan mematikan tanaman kesayangan Anda.

Eka Fitriana, seorang pekebun mawar sekaligus pemilik akun Instagram @arkaliantana, berbagi pengalamannya dalam menangani masalah ini. Menurutnya, dieback umum ditemukan pada tanaman berkayu seperti mawar.

Gejalanya ditandai dengan perubahan warna batang yang semula hijau segar menjadi kuning, lalu kecokelatan, hingga akhirnya rapuh.

"Sederhananya, itu batang mati. Jadi tidak akan bisa sembuh kalau sudah terkena dieback," jelas Eka, dikutip dari Jawapos.

Baca Juga: Kiat Menempel Anggrek Pola Zig-zag Satu Dahan Satu Jenis Bunga

Waspada Penularan Cepat ke Cabang Lain

Masalah utama bagi pemula adalah keterlambatan menyadari gejala awal. Perubahan warna batang seringkali terjadi sangat cepat. Jika tidak segera dipangkas, cabang yang sakit akan menjadi sumber masalah baru.

"Biasanya, jika satu cabang dibiarkan, cabang tersebut akan habis dan berpotensi menular ke bagian lain yang masih sehat," tambahnya.

Langkah Penyelamatan: Potong dan Evaluasi

Langkah pertama yang wajib dilakukan saat menemukan gejala dieback adalah pemangkasan. Eka menyarankan untuk memotong bagian yang sakit hingga mencapai batas batang yang masih sehat.

Baca Juga: Pesona Dragon Fire Tanaman Hias Eksotis Favorit Kolektor Mancanegara

Beberapa poin penting dalam pemangkasan:

Faktor Pemicu dan Varietas Tangguh

Penyebab mawar rentan "sakit" sangat beragam, mulai dari kurangnya nutrisi, minim sinar matahari, hingga cuaca ekstrem seperti hujan terus-menerus yang melemahkan daya tahan tanaman.

Berdasarkan pengalaman pribadinya, Eka menyebutkan beberapa varietas yang relatif lebih tahan terhadap dieback, di antaranya adalah Mon Coeur, Claire Austin, dan Rainy Blue.

Perawatan Pasca-Pemangkasan

Setelah batang yang sakit dibuang, pantau tanaman secara rutin. Jika tunas baru mulai muncul (biasanya dalam 1-2 minggu), segera berikan pupuk untuk merangsang pertumbuhan.

Baca Juga: Tips Memilih Bunga Hias Plastik agar Dekorasi di Rumah Tambah Cantik

Eka menyarankan pemupukan dan penyemprotan dilakukan rutin seminggu sekali. Pastikan mawar mendapat sinar matahari yang cukup dan penyiraman yang pas (saat media mulai kering).

Umumnya, mawar akan kembali berbunga dalam waktu satu bulan, atau sekitar dua bulan jika dilakukan pemangkasan total (hard pruning).

Bagi pemula, konsistensi adalah kunci. Memilih varietas yang adaptif sangat disarankan karena mawar termasuk tanaman yang cukup sensitif, terutama saat musim hujan tiba. (*)

Editor : Chairunnisya
#berkebun #tanaman hias #bunga