PONTIANAK POST - Bagi para pencinta mawar, istilah dieback bukanlah hal yang asing. Penyakit ini merupakan momok menakutkan yang membuat batang mawar perlahan mati.
Jika terlambat ditangani, kondisi ini bisa menyebar ke seluruh cabang dan mematikan tanaman kesayangan Anda.
Eka Fitriana, seorang pekebun mawar sekaligus pemilik akun Instagram @arkaliantana, berbagi pengalamannya dalam menangani masalah ini. Menurutnya, dieback umum ditemukan pada tanaman berkayu seperti mawar.
Gejalanya ditandai dengan perubahan warna batang yang semula hijau segar menjadi kuning, lalu kecokelatan, hingga akhirnya rapuh.
"Sederhananya, itu batang mati. Jadi tidak akan bisa sembuh kalau sudah terkena dieback," jelas Eka, dikutip dari Jawapos.
Baca Juga: Kiat Menempel Anggrek Pola Zig-zag Satu Dahan Satu Jenis Bunga
Waspada Penularan Cepat ke Cabang Lain
Masalah utama bagi pemula adalah keterlambatan menyadari gejala awal. Perubahan warna batang seringkali terjadi sangat cepat. Jika tidak segera dipangkas, cabang yang sakit akan menjadi sumber masalah baru.
"Biasanya, jika satu cabang dibiarkan, cabang tersebut akan habis dan berpotensi menular ke bagian lain yang masih sehat," tambahnya.
Langkah Penyelamatan: Potong dan Evaluasi
Langkah pertama yang wajib dilakukan saat menemukan gejala dieback adalah pemangkasan. Eka menyarankan untuk memotong bagian yang sakit hingga mencapai batas batang yang masih sehat.
Baca Juga: Pesona Dragon Fire Tanaman Hias Eksotis Favorit Kolektor Mancanegara
Beberapa poin penting dalam pemangkasan:
-
Posisi Potong: Buat potongan miring di atas mata tunas agar air tidak menggenang di bekas luka.
-
Sterilisasi: Gunakan gunting yang sudah disterilkan agar tidak membawa bakteri atau jamur baru.
-
Analisis Penyebab: Setelah dipotong, cari tahu pemicunya. Eka menceritakan pengalamannya di mana mawar terus mengalami dieback karena media tanam yang belum diganti sejak pertama kali dibeli. Setelah diganti dengan media tanam yang berkualitas, tanaman kembali sehat.
Faktor Pemicu dan Varietas Tangguh
Penyebab mawar rentan "sakit" sangat beragam, mulai dari kurangnya nutrisi, minim sinar matahari, hingga cuaca ekstrem seperti hujan terus-menerus yang melemahkan daya tahan tanaman.
Berdasarkan pengalaman pribadinya, Eka menyebutkan beberapa varietas yang relatif lebih tahan terhadap dieback, di antaranya adalah Mon Coeur, Claire Austin, dan Rainy Blue.
Perawatan Pasca-Pemangkasan
Setelah batang yang sakit dibuang, pantau tanaman secara rutin. Jika tunas baru mulai muncul (biasanya dalam 1-2 minggu), segera berikan pupuk untuk merangsang pertumbuhan.
Baca Juga: Tips Memilih Bunga Hias Plastik agar Dekorasi di Rumah Tambah Cantik
Eka menyarankan pemupukan dan penyemprotan dilakukan rutin seminggu sekali. Pastikan mawar mendapat sinar matahari yang cukup dan penyiraman yang pas (saat media mulai kering).
Umumnya, mawar akan kembali berbunga dalam waktu satu bulan, atau sekitar dua bulan jika dilakukan pemangkasan total (hard pruning).
Bagi pemula, konsistensi adalah kunci. Memilih varietas yang adaptif sangat disarankan karena mawar termasuk tanaman yang cukup sensitif, terutama saat musim hujan tiba. (*)
Editor : Chairunnisya