Nasional Metropolis Daerah Pro Bisnis Ekonomi Olahraga Otomotif Internasional Kriminal Features Mozaik Ramadan Tekno Entertainment Event Kesehatan Kuliner Lifestyle Ragam Cahaya Iman

Tips Praktis Merawat Bonsai Sancang agar Tetap Indah dan Tidak Layu

Chairunnisya • Sabtu, 25 April 2026 | 06:16 WIB
Proses trimming dan pembentukan dahan setiap dua bulan sekali. (DOK JAWAPOS)
Proses trimming dan pembentukan dahan setiap dua bulan sekali. (DOK JAWAPOS)

PONTIANAK POST - Merawat bonsai bisa menjadi aktivitas yang menenangkan sekaligus melatih ketelatenan.

Salah satu jenis yang cukup populer untuk pemula adalah bonsai sancang karena mudah dibentuk dan cepat tumbuh.

Tanaman sancang dikenal luas di Tiongkok dan Jepang. Namun di Indonesia, sancang justru lebih banyak dikembangkan dalam bentuk bonsai.

Karakteristiknya yang fleksibel membuat tanaman ini cocok dijadikan latihan bagi pegiat bonsai pemula.

Siram Setiap Hari

Dalam perawatannya, penyiraman menjadi hal penting. Penyiraman dilakukan setiap hari, terutama untuk menjaga kelembapan media tanam.

Baca Juga: Rahasia Menjaga Estetika Bentuk Bonsai Konsisten dan Tetap Cantik

Pada hari-hari yang cukup terik, frekuensi penyiraman bisa ditingkatkan menjadi dua kali sehari.

Mudah Terserang Penyakit

Meski begitu, bonsai sancang juga memiliki tantangan tersendiri. 

“Termasuk yang gampang terjangkit penyakit. Seringnya kutu putih,” jelas pembudidaya bonsai sancang, Yusuf, dikutip dari Jawapos.

Jika tidak segera ditangani, tanaman bisa mudah layu dan mati. Yusuf menyarankan pengecekan tanaman secara rutin agar kondisi tidak biasa bisa segera terdeteksi.

“Tapi penanganannya nggak rumit. Hanya harus cepat saja,” sambungnya.

Baca Juga: Bonsai Jadi Penggerak Ekonomi Kreatif

Pertumbuhan Tergolong Cepat

Selain itu, pertumbuhan bonsai sancang tergolong cepat. Hal ini membuat media tanam perlu lebih sering diganti dibandingkan jenis bonsai lain.

Akar sancang cepat bertambah sehingga mudah memenuhi pot. Jika dibiarkan terlalu padat dan mengikis media, kondisi ini dapat meningkatkan potensi pembusukan akar.

“Makanya kita bilang sancang itu rakus, gampang penuh,” kata Yusuf.

Perbarui Media Tanam Setiap 6 Bulan

Idealnya, media tanam diperbarui setiap enam bulan sekali dengan penyesuaian ukuran pot. Pemilik juga perlu mengurangi akar serabut setidaknya 20 persen agar pertumbuhan tetap sehat.

Baca Juga: Edi Harap Ada Taman Bonsai di Pontianak

Dalam hal pembentukan, bonsai sancang cukup fleksibel. Proses trimming dan pembentukan dahan bisa dilakukan sesuai selera.

Yusuf biasanya memotong dahan dan daun yang kurang estetik setiap dua bulan sekali.

“Nah ini cocok untuk melatih sense kolektor bonsai membentuk tanaman,” imbuh Yusuf. 

Pemilik dapat menentukan arah batang, bagian yang dipertahankan, maupun yang perlu dipotong.

Untuk menambah nilai estetika, bonsai sancang juga bisa dipadukan dengan batu.

Baca Juga: Ratusan Penggemar Bonsai Berkumpul di Kabupaten Sambas

Batu Menambah Estetika

Penambahan batu bertujuan agar batang sancang dapat mengikat pada batu, sehingga menciptakan tampilan yang lebih elegan.

“Tapi memilih batu juga nggak sembarangan,” katanya. 

Pemilik perlu memiliki visi terkait tinggi bonsai yang diinginkan. Semakin besar batu, semakin tinggi tanaman dan semakin lama pula proses perawatannya.

Baca Juga: 5 Jenis Tanaman Hias yang Bermanfaat untuk Taman Anda

Batu biasanya mulai ditambahkan saat tanaman berasal dari cangkok. Pada usia sekitar satu tahun, bonsai sudah bisa dikaitkan di atas batu.

Dari tahap ini, proses pembentukan arah batang menjadi lebih mudah dan terarah. (*)

Editor : Chairunnisya
#bonsai #berkebun #tanaman hias