PONTIANAK POST - Pandangan tentang hidup nyaman kini mengalami pergeseran tajam di kalangan generasi muda.
Jika dulu kepemilikan rumah dan kendaraan menjadi simbol kemapanan, kini Milenial dan Gen Z justru lebih mengutamakan fleksibilitas, mobilitas, dan pengalaman hidup.
Makna Nyaman Tak Lagi Soal Aset
Melansir Antara (7/5), Sosiolog Imam Prasodjo menyebutkan bahwa ukuran kenyamanan hidup generasi saat ini berbeda dibanding generasi sebelumnya.
Baca Juga: Bukan Sekadar Tren! Inilah Makna Teman Level ala Gen Z yang Bikin Netizen Relate
“Kalau generasi dulu ukuran nyaman itu rumah besar, tanah, mobil. Kalau generasi sekarang lebih ke fleksibilitas hidupnya,” ujarnya.
Menurutnya, generasi muda kini tidak lagi menjadikan aset fisik sebagai prioritas utama. Sebaliknya, kemudahan akses dan kebebasan bergerak justru lebih bernilai.
Fleksibilitas dan Mobilitas Jadi Kunci
Di kawasan perkotaan, perubahan ini semakin terlihat jelas. Fasilitas umum yang semakin lengkap membuat generasi muda merasa tidak perlu memiliki kendaraan pribadi.
“Kalau di kota besar atau negara maju, public facility buat mereka lebih nyaman daripada punya mobil sendiri,” kata dia.
Baca Juga: Mengenal Otrovert, Kepribadian Baru Gagasan Dr. Rami Kaminski: Fakta Menarik yang Perlu Kamu Tahu!
Hal ini juga berdampak pada pilihan tempat tinggal. Banyak anak muda memilih hunian praktis seperti apartemen studio, rumah sewa, atau indekos yang mendukung gaya hidup dinamis.
Perubahan Struktur Sosial Ikut Berpengaruh
Perubahan pola hidup ini tidak lepas dari transformasi struktur sosial. Jika dulu masyarakat hidup dalam keluarga besar, kini ukuran keluarga semakin kecil dengan mobilitas yang tinggi.
“Kalau dulu orang hidup dalam keluarga besar sehingga rumah menjadi penting. Sekarang keluarga lebih kecil, mobilitas tinggi, jadi kebutuhan tempat tinggal juga berubah,” jelasnya.
Lebih Pilih Pengalaman daripada Kepemilikan
Generasi Milenial dan Gen Z juga dikenal lebih mengutamakan pengalaman hidup dibanding kepemilikan aset jangka panjang.
Pengeluaran mereka cenderung diarahkan ke aktivitas seperti traveling, hiburan, hingga kegiatan sosial.
“Kalau punya uang, mereka cenderung memilih traveling atau pengalaman lain. Jadi bukan berarti sederhana, tapi prioritas pengeluarannya berbeda,” ujarnya.
Baca Juga: Cara Kamu Bangun Tidur Bisa Ungkap Kepribadianmu, Ini 4 Tipe yang Perlu Kamu Tahu
Tak Berlaku untuk Semua
Meski demikian, pola ini tidak berlaku secara universal. Di wilayah perdesaan, kebutuhan akan rumah tapak dan kendaraan pribadi masih tinggi karena keterbatasan fasilitas publik.
Dengan kata lain, perubahan gaya hidup ini sangat dipengaruhi oleh lingkungan, infrastruktur, dan kondisi sosial di masing-masing wilayah.
Perubahan cara pandang generasi muda terhadap kenyamanan hidup menunjukkan adanya pergeseran nilai dari kepemilikan menuju pengalaman dan fleksibilitas.
Bagi banyak anak muda, hidup nyaman kini bukan soal apa yang dimiliki, melainkan seberapa bebas mereka menjalani hidup. (*)
Editor : Miftahul Khair