PONTIANAK POST - Antropolog Indonesia, Prof. Dr. Semiarto Aji Purwanto, menilai tren frugal living berpotensi bertahan dalam jangka panjang.
Hal ini seiring meningkatnya kesadaran finansial dan pola konsumsi selektif di kalangan generasi muda.
Meski begitu, Semiarto menyebut tren hidup hemat saat ini bisa berubah mengikuti perkembangan yang cepat.
"Kalau sekarang mungkin tren saja, jangka pendek, karena dunia berubah sangat cepat," ujarnya kepada Antara.
Namun, prinsip hidup hemat dan konsumsi rasional diprediksi tetap bertahan karena tingginya kesadaran pengelolaan keuangan.
"Kesadaran finansial kita makin tinggi, terutama dalam hal menabung dan melakukan budgeting," tambah Semiarto.
Kondisi ini dipengaruhi pola kerja gig economy yang membuat pendapatan generasi muda cenderung tidak stabil.
Baca Juga: Peran Ganda Medsos Menurut Antropolog: Picu Gaya Hidup Flexing vs Frugal Living
"Kita hidup di konteks ekonomi berbasis gigs, ada kalanya uang banyak, tapi ada kalanya kosong," jelasnya.
Generasi muda kini lebih selektif dalam menentukan prioritas pengeluaran dengan mengutamakan pengalaman dibanding kepemilikan aset.
"Prioritas sekarang bukan pada kepemilikan, tapi pada pengalaman dan well being," tegas Semiarto.
Kebutuhan akan kenyamanan pun semakin fleksibel karena banyaknya layanan fasilitas tanpa harus memiliki aset secara permanen.
"Kita bisa sewa apartemen atau pilih kendaraan online premium tanpa harus membeli mobilnya," katanya.
Baca Juga: Efek Berhenti Main Media Sosial bagi Kesehatan Mental: Hasil Riset Terbaru Mengejutkan
Estetika Frugal Living Bisa Berubah
Semiarto menilai aspek yang mungkin berubah cepat adalah frugal living sebagai tren estetika atau tampilan visual.
"Yang mungkin berubah cepat adalah frugal living sebagai tren estetika," ungkap sang Antropolog.
Namun, praktik efisiensi diprediksi tetap tinggi karena masyarakat urban semakin adaptif terhadap tekanan ekonomi perkotaan.
"Praktik efisiensi ini tampaknya akan tetap tinggi karena adanya faktor-faktor struktural tersebut," pungkas Semiarto.*
Editor : Uray RonaldSumber : Antara