PONTIANAK POST -Menanam alpukat di rumah kini semakin diminati, terutama varietas jumbo seperti Alpukat Kelud.
Selain mudah dirawat, tanaman ini juga cocok ditanam di pekarangan maupun dalam pot.
Agar tumbuh optimal, pekebun tabulampot Indonesia sekaligus pencetus nama Alpukat Kelud, Agus Joko Susilo menyarankan penggunaan media tanam yang porous supaya air tidak menggenang di area akar.
Baca Juga: Mengenal Alpukat Kelud, Varietas Jumbo Legit yang Mudah Ditanam di Rumah
“Pakai campuran dengan perbandingan 3:2:1. Tiga sekam, dua tanah, dan satu pupuk kandang. Media yang porous bikin akar tidak cepat busuk,” jelasnya, dikutip dari Jawapos.
Menurut Agus, komposisi tersebut penting agar akar dapat bernapas dan tumbuh kuat.
Perawatan rutin juga menjadi faktor penting untuk menjaga pertumbuhan tanaman tetap optimal.
Ia menyarankan pemupukan dilakukan setiap 20 hari sekali. Sementara itu, penyiraman dilakukan setiap pagi dan bisa ditambah saat cuaca panas.
“Pupuk setiap 20 hari sekali, penyiraman setiap pagi. Kalau cuaca panas, bisa dua kali sehari,” kata pekebun 53 tahun itu.
Selain media tanam dan penyiraman, pencahayaan juga menjadi faktor penting. Alpukat Kelud membutuhkan sinar matahari penuh minimal enam jam setiap hari.
“Pohon ini wajib full matahari. Kalau kurang cahaya, pertumbuhan bisa lambat,” ujarnya.
Karena itu, tanaman sebaiknya ditempatkan di area terbuka dan tidak berada di bawah naungan rumah maupun pohon lain. (*)
Editor : Chairunnisya