Nasional Metropolis Daerah Pro Bisnis Ekonomi Olahraga Otomotif Internasional Kriminal Features Mozaik Ramadan Tekno Entertainment Event Kesehatan Kuliner Lifestyle Ragam Cahaya Iman Cek Fakta For Her Jelita Bursa Properti

Pesona Kodok Putih yang Makin Diminati Pecinta Satwa Eksotik

Chairunnisya • Selasa, 19 Mei 2026 | 13:14 WIB
Warna kulit putih kodok leukistik membuat sulit bertahan hidup di habitat alami. (DOK JAWAPOS)
Warna kulit putih kodok leukistik membuat sulit bertahan hidup di habitat alami. (DOK JAWAPOS)

PONTIANAK POST - Warna putih jarang menjadi identitas kodok.

Di tengah dominasi warna hijau, cokelat, dan keabu-abuan, kemunculan kodok leukistik justru menghadirkan daya tarik tersendiri.

Tampilannya yang bersih dan terang membuat amfibi ini makin diminati sebagai satwa eksotik.

Menurut Steve Sugianto, salah satu pemilik pusat edukasi satwa eksotik di Surabaya, Keong Jumbo Indonesia, kodok leukistik memiliki keunikan pada warna tubuhnya yang muncul akibat mutasi pigmen.

Baca Juga: Jika Anda Tidur Bersama Hewan Peliharaan, Ini 7 Sifat Unik Menurut Psikologi

’’Jenis leukistik itu terjadi karena mutasi warna. Kulitnya bisa putih bersih atau agak pink, sementara matanya tetap hitam atau kebiruan,’’ ujar Steve, dikutip dari Jawapos. 

Secara sederhana, leukistik merujuk pada kondisi berkurangnya pigmen warna tubuh. Akibatnya, warna kulit tampak pucat merata tanpa memengaruhi warna mata.

Jenis leukistik yang paling sering dijumpai berasal dari bullfrog, baik American bullfrog maupun Asian bullfrog. Steve menjelaskan bahwa Asian bullfrog memiliki ciri tubuh yang lebih pendek dan padat.

Baca Juga: Kucing: Hewan Peliharaan Paling Populer di Dunia

’’Asian bullfrog tubuhnya cenderung lebih pendek dan padat, dengan bentuk kepala yang tidak terlalu panjang,’’ jelas Steve.

Kodok leukistik hampir tidak pernah ditemukan di alam liar. Warna tubuh yang terlalu mencolok membuatnya sulit bertahan hidup di habitat aslinya.

’’Warna ekstrem membuatnya sulit bertahan hidup di habitat alami. Karena itu, sebagian besar kodok leukistik berasal dari proses penangkaran atau captive breeding,’’ paparnya.

Selain warnanya yang unik, tekstur kulit kodok leukistik juga menjadi alasan banyak orang tertarik memeliharanya.

Kulitnya terlihat lebih mulus dan tidak berbintil kasar seperti kodok tanah atau kodok buduk.

Tampilan inilah yang membuat kodok leukistik terasa lebih menarik dan jauh dari kesan menyeramkan yang kerap melekat pada amfibi. (*)

Editor : Chairunnisya
#kodok #hewan peliharaan