PONTIANAK POST - Di balik tampilannya yang eksotik, kodok leukistik ternyata termasuk amfibi dengan perawatan yang relatif sederhana.
Hewan ini tidak membutuhkan perlakuan rumit selama habitat dan kebersihan air tetap terjaga.
Steve Sugianto, salah satu pemilik pusat edukasi satwa eksotik di Surabaya, Keong Jumbo Indonesia, menjelaskan bahwa kodok leukistik tidak memerlukan lampu pemanas maupun sinar ultraviolet.
Habitatnya cukup berupa wadah air dangkal. Tubuh kodok dapat terendam hingga bawah dagu, tetapi bagian kepala tetap harus berada di atas permukaan air agar bisa bernapas dengan nyaman.
Baca Juga: Jangan Sembarangan Merawat Kodok Leukistik karena Kulitnya Sangat Sensitif Panas
’’Air perlu diganti secara rutin. Kodok juga mengalami moulting atau ganti kulit, sehingga sisa kulit dan ekskresi dapat membuat air cepat keruh jika tidak dibersihkan,’’ papar Steve, dikutip dari Jawapos.
Untuk urusan pakan, kodok leukistik tergolong fleksibel. Jangkrik, kecoa dubia, ikan kecil, hingga potongan daging ikan dapat diberikan sebagai makanan utama.
Steve juga mengingatkan agar pemberian pakan tidak dilakukan terlalu sering karena metabolisme bullfrog cenderung lambat.
Baca Juga: Pesona Kodok Putih yang Makin Diminati Pecinta Satwa Eksotik
’’Cukup tiga sampai empat hari sekali. Jangan berlebihan,’’ ujar Steve.
Selain pakan utama, suplemen kalsium juga dapat diberikan melalui makanan dengan takaran yang tepat.
Dengan perawatan yang sederhana dan kebutuhan habitat yang tidak rumit, kodok leukistik menjadi salah satu pilihan menarik bagi pecinta satwa eksotik pemula. (*)
Editor : Chairunnisya