Nasional Metropolis Daerah Pro Bisnis Ekonomi Olahraga Otomotif Internasional Kriminal Features Mozaik Ramadan Tekno Entertainment Event Kesehatan Kuliner Lifestyle Ragam Cahaya Iman Cek Fakta For Her Jelita Bursa Properti

Alasan Seseorang Tidak Peduli Ulang Tahun, Ternyata Bukan karena Depresi

Uray Ronald • Kamis, 21 Mei 2026 | 18:50 WIB
Ilustrasi. (Pinterest)
Ilustrasi. (Pinterest)

 

PONTIANAK POST - Banyak orang menganggap ada yang salah dengan individu yang tidak peduli pada hari ulang tahunnya sendiri.

Mereka sering dianggap sedang mengalami depresi, memiliki masa kecil yang buruk, atau sekadar berpura-pura demi mencari perhatian.

Namun, dunia psikologi melihat adanya alasan keempat yang jarang disadari oleh masyarakat luas.

Beberapa orang ternyata tidak peduli dengan hari kelahiran mereka karena mereka memang tidak membutuhkannya lagi.

Arti Ritual Ulang Tahun bagi Banyak Orang

Pada dasarnya, perayaan ulang tahun merupakan sebuah ritual sosial untuk mengumpulkan pengakuan dari lingkungan sekitar.

Kartu ucapan, pesan teks, hingga pesta meriah menjadi tolok ukur seberapa banyak orang yang menyadari kehadiran kita.

Baca Juga: Bukan Sekadar Sedih, Inilah 4 Gejala Depresi yang Tak Disadari Banyak Orang

Bagi mayoritas orang, pengakuan eksternal ini sangat penting untuk mengukur nilai diri mereka sendiri.

Semakin besar perayaan yang didapatkan, maka akan semakin baik pula kabar bagi kesehatan mental mereka.

Riset Psikologi tentang Sumber Harga Diri

Dilansir Expert Editor, psikolog Jennifer Crocker telah menghabiskan waktu puluhan tahun untuk meneliti fenomena yang disebut kontingensi harga diri (contingencies of self-worth).

Istilah ini merujuk pada sumber eksternal yang digunakan seseorang untuk merasa baik-baik saja dalam hidup.

Riset Crocker menunjukkan orang yang menggantungkan harga diri pada faktor luar lebih rentan mengalami kecemasan dan stabilitas identitas.

Sebaliknya, orang yang tidak peduli ulang tahun biasanya memiliki harga diri yang bersumber dari dalam diri sendiri.

"Secara internal, hari ulang tahun tidak lagi berfungsi sebagai ajang pemungutan suara atas nilai diri mereka," tulis riset tersebut.

Baca Juga: Jalan Kaki 35 Menit per Hari Terbukti Efektif Redakan Depresi, Ini Penjelasan Ilmiahnya

Pertanyaan tentang apakah diri mereka berharga atau tidak sudah lama selesai di dalam pikiran mereka. 

Oleh karena itu, survei tahunan berupa ucapan selamat dari orang lain tidak akan mengubah jawaban tersebut.

Membedakan Keamanan Emosional dengan Sikap Menghindar

Meski terlihat sama dari luar, ketidakpedulian ini bisa berasal dari dua motivasi internal yang sangat berbeda.

Kelompok pertama mengabaikan ulang tahun karena takut kecewa jika tidak ada orang yang hadir merayakannya.

Kondisi tersebut merupakan bentuk perlindungan diri dari rasa sakit, bukan sebuah keamanan emosional yang sejati.

Baca Juga: Orang Tua Sering Bertengkar Bisa Picu Depresi Pada Anak

Sementara itu, kelompok kedua bersikap acuh karena mereka benar-benar merasa damai tanpa adanya simbol perayaan.

"Mereka menghargai ingatan orang lain, tetapi emosi mereka tidak akan goyah jika orang-orang melupakannya," jelas sang peneliti.

Sikap ini tidak bisa dipalsukan karena orang yang berpura-pura biasanya tetap merasa sedikit sakit hati saat dilupakan.

Keamanan emosional yang asli terasa sangat tenang dan tidak perlu ditunjukkan secara berlebihan kepada dunia luar.

Kebebasan dari Validasi Orang Lain

Orang-orang dengan keamanan emosional sejati telah berhasil memutus hubungan antara nilai diri dan pengakuan orang lain.

Mereka menyadari bahwa orang yang tulus akan tetap mencintai mereka pada hari-hari biasa di luar kalender ulang tahun.

Baca Juga: Anak Kehilangan Harapan Hidup, Psikolog Ungkap Tahapan Depresi dan Cara Pencegahannya Sejak Dini

Proses perpindahan dari validasi eksternal menuju validasi internal ini membutuhkan waktu yang cukup panjang. 

Jika Anda sudah berhasil mencapai titik tersebut, berarti Anda jauh lebih bebas daripada kebanyakan orang.

Jadi, saat menemui seseorang yang acuh terhadap hari lahirnya, jangan langsung berasumsi buruk kepada mereka.

Mereka mungkin tidak sedang terluka atau berpura-pura, melainkan hanya sudah berhenti menghitung jumlah orang yang peduli.*

Editor : Uray Ronald
#Tidak peduli ulang tahun #Validasi diri #Psikologi harga diri #Keamanan emosional #Penyebab acuh ulang tahun