PONTIANAK POST - Sistem akuaponik semakin banyak dilirik penghobi urban farming karena menawarkan metode berkebun yang hemat air dan praktis.
Pekebun akuaponik, Sevy Dwi Kartikasari menyebut sistem ini cocok diterapkan di rumah dengan lahan terbatas.
Sistem Sirkulasi Air yang Efisien
Akuaponik bekerja dengan memanfaatkan limbah kotoran ikan sebagai nutrisi tanaman.
Baca Juga: Akuaponik Jadi Solusi Berkebun Praktis untuk Lahan Sempit Perkotaan
Air dari kolam ikan akan dialirkan menuju media tanam, kemudian kembali lagi ke kolam setelah tersaring.
’’Tanaman dan media tanam menyaring air kotor, lalu air bersih dikembalikan lagi ke kolam ikan. Sistemnya berulang,’’ ujar Sevy, dikutip dari Jawapos.
Karena terus bersirkulasi, penggunaan air menjadi jauh lebih efisien dibanding metode konvensional.
Baca Juga: Tips Membuat Taman Kering Indoor untuk Ruang Rumah yang Sempit
Bisa Panen Sayur dan Ikan Sekaligus
Menurut Sevy, salah satu daya tarik utama akuaponik adalah kemampuan menghasilkan dua jenis panen dalam satu sistem.
’’Keunggulannya bisa dobel panen, organik tanpa pupuk kimia, dan fleksibel karena desainnya bisa menyesuaikan lahan,’’ katanya.
Selain sayuran, ikan yang dibudidayakan juga bisa dipanen untuk konsumsi rumah tangga.
Baca Juga: Keindahan Tiga Warna Philodendron Gloriosum Tricolor Bikin Penghobi Tanaman Tertarik
Perlu Persiapan Komponen
Meski praktis dalam perawatan, akuaponik membutuhkan persiapan komponen yang cukup lengkap.
Pemula perlu menyiapkan tandon air, grow bed, pompa air, media tanam, hingga bakteri pengurai.
’’Bakteri bisa muncul alami atau ditambahkan suplemen seperti EM4 perikanan,’’ ujarnya.
Ada Alternatif Tanpa Listrik
Bagi yang ingin sistem lebih sederhana, Sevy menyarankan budidamber atau budidaya ikan dalam ember dengan tanaman di bagian atas.
Baca Juga: Tips Memilih Tanaman Hias agar Berhasil Tumbuh Menempel pada Gerabah Tanah Liat
Metode tersebut dinilai lebih praktis karena tidak memerlukan pompa air dan instalasi rumit. (*)
Editor : Chairunnisya