Nasional Metropolis Daerah Pro Bisnis Ekonomi Olahraga Otomotif Internasional Kriminal Features Mozaik Ramadan Tekno Entertainment Event Kesehatan Kuliner Lifestyle Ragam Cahaya Iman Cek Fakta For Her Jelita Bursa Properti

Hemat Air 90 Persen, Ini Keunggulan Akuaponik untuk Pemula

Chairunnisya • Minggu, 24 Mei 2026 | 18:00 WIB
Sistem akuaponik bisa menggunakan tong bekas berukuran 200 liter sebagai kolam ikan dan satu tong yang dibelah dua sebagai grow bed. (DOK JAWAPOS)
Sistem akuaponik bisa menggunakan tong bekas berukuran 200 liter sebagai kolam ikan dan satu tong yang dibelah dua sebagai grow bed. (DOK JAWAPOS)

PONTIANAK POST - Sistem akuaponik semakin banyak dilirik penghobi urban farming karena menawarkan metode berkebun yang hemat air dan praktis.

Pekebun akuaponik, Sevy Dwi Kartikasari menyebut sistem ini cocok diterapkan di rumah dengan lahan terbatas.

Sistem Sirkulasi Air yang Efisien

Akuaponik bekerja dengan memanfaatkan limbah kotoran ikan sebagai nutrisi tanaman.

Baca Juga: Akuaponik Jadi Solusi Berkebun Praktis untuk Lahan Sempit Perkotaan

Air dari kolam ikan akan dialirkan menuju media tanam, kemudian kembali lagi ke kolam setelah tersaring.

’’Tanaman dan media tanam menyaring air kotor, lalu air bersih dikembalikan lagi ke kolam ikan. Sistemnya berulang,’’ ujar Sevy, dikutip dari Jawapos.

Karena terus bersirkulasi, penggunaan air menjadi jauh lebih efisien dibanding metode konvensional.

Baca Juga: Tips Membuat Taman Kering Indoor untuk Ruang Rumah yang Sempit

Bisa Panen Sayur dan Ikan Sekaligus

Menurut Sevy, salah satu daya tarik utama akuaponik adalah kemampuan menghasilkan dua jenis panen dalam satu sistem.

’’Keunggulannya bisa dobel panen, organik tanpa pupuk kimia, dan fleksibel karena desainnya bisa menyesuaikan lahan,’’ katanya.

Selain sayuran, ikan yang dibudidayakan juga bisa dipanen untuk konsumsi rumah tangga.

Baca Juga: Keindahan Tiga Warna Philodendron Gloriosum Tricolor Bikin Penghobi Tanaman Tertarik

Perlu Persiapan Komponen

Meski praktis dalam perawatan, akuaponik membutuhkan persiapan komponen yang cukup lengkap.

Pemula perlu menyiapkan tandon air, grow bed, pompa air, media tanam, hingga bakteri pengurai.

’’Bakteri bisa muncul alami atau ditambahkan suplemen seperti EM4 perikanan,’’ ujarnya.

Ada Alternatif Tanpa Listrik

Bagi yang ingin sistem lebih sederhana, Sevy menyarankan budidamber atau budidaya ikan dalam ember dengan tanaman di bagian atas.

Baca Juga: Tips Memilih Tanaman Hias agar Berhasil Tumbuh Menempel pada Gerabah Tanah Liat

Metode tersebut dinilai lebih praktis karena tidak memerlukan pompa air dan instalasi rumit. (*) 

Editor : Chairunnisya
#berkebun sayur #berkebun #tanaman hias #sayuran #tanaman