PONTIANAK POST - Akuaponik bisa menjadi pilihan bagi masyarakat yang ingin mulai berkebun di rumah tanpa membutuhkan lahan luas.
Pekebun akuaponik Sevy Dwi Kartikasari mengatakan sistem ini dapat disesuaikan dengan ruang yang tersedia.
Bisa Dibuat di Teras Rumah
Menurut Sevy, akuaponik tetap dapat berjalan optimal meski ditempatkan di area terbatas seperti balkon atau teras rumah.
Baca Juga: Hemat Air 90 Persen, Ini Keunggulan Akuaponik untuk Pemula
Ia menggunakan tong bekas 200 liter sebagai kolam ikan dan satu tong yang dibelah dua sebagai grow bed.
’’Jadi bukan masalah luasnya, akuaponik bisa didesain menyesuaikan lahan,’’ ujarnya, dikutip dari Jawapos.
Komponen Utama Akuaponik
Untuk memulai akuaponik, beberapa komponen wajib disiapkan, seperti tandon air, grow bed, pompa air, media tanam, pipa aliran air, spons filter, ikan, tanaman, dan bakteri pengurai.
Baca Juga: Akuaponik Jadi Solusi Berkebun Praktis untuk Lahan Sempit Perkotaan
’’Bakteri bisa muncul alami atau ditambahkan suplemen seperti EM4 perikanan,’’ kata Sevy.
Penanaman Harus Menunggu Ikan Stabil
Proses penanaman tetap diawali dengan penyemaian seperti metode biasa. Namun, bibit baru dipindahkan ke sistem akuaponik saat ikan sudah cukup besar.
’’Kalau menanam dulu sebelum ikan siap, tanaman bisa kekurangan nutrisi dan menguning,’’ jelasnya.
Baca Juga: Kolam Akuaponik Peluang Usaha di Masa Pandemi
Karena itu, keseimbangan pertumbuhan ikan dan tanaman menjadi faktor penting.
Pilih Media Tanam yang Tepat
Sevy menyarankan penggunaan media tanam yang tidak mudah hancur dan tidak mengubah pH air.
Beberapa media yang bisa digunakan antara lain pecahan genteng, kerikil, pasir malang, dan clay ball.
Media tersebut membantu menciptakan aerasi yang baik agar akar tidak membusuk. (*)
Editor : Chairunnisya