Jangan Asal Pegang, Ini Risiko Tarantula Jenis High Venom

Chairunnisya • Dipublikasikan Kamis, 28 Mei 2026 | 21:39 WIB
Tarantula kelompok new world dengan warna dari hitam legam, merah menyala, hingga kombinasi garis kontras. (DOK JAWAPOS)
Tarantula kelompok new world dengan warna dari hitam legam, merah menyala, hingga kombinasi garis kontras. (DOK JAWAPOS)

PONTIANAK POST -Di balik citra menyeramkan yang melekat pada tarantula, kolektor tarantula, Steve Sugianto berharap masyarakat bisa lebih memahami hewan eksotik tersebut secara bijak.

Pemilik Keong Jumbo Indonesia itu menilai edukasi penting agar rasa takut terhadap tarantula tidak berlebihan.

Menurut Steve, sebagian besar tarantula jenis new world yang berbisa rendah memiliki mekanisme pertahanan dengan mengibaskan bulu halus dari bagian perut menggunakan kaki belakang.

Baca Juga: Cara Merawat Tarantula agar Tetap Aman dan Sehat

Bulu tersebut dapat menyebabkan rasa gatal apabila terkena kulit manusia.

’’Kalau kena bulu, cukup cuci dengan sabun,’’ ujarnya, dikutip dari Jawapos.

Jangan Asal Pegang Tarantula

Meski begitu, Steve mengingatkan tidak semua tarantula aman disentuh. Beberapa spesies memiliki tingkat bisa tinggi atau high venom yang dapat membahayakan.

Baca Juga: Koleksi Tarantula Steve Sugianto Buktikan Hewan Eksotik Tidak Selalu Menakutkan

’’Kalau menemukan tarantula di alam dan tidak tahu jenisnya, jangan coba-coba pegang. Tapi juga jangan dibunuh, karena bisa saja itu tidak berbisa. Sebenarnya mereka takut dan akan lari menjauh,’’ tegasnya.

Dia juga menegaskan bahwa tarantula asli Indonesia rata-rata termasuk jenis high venom sehingga perlu kehati-hatian lebih saat berhadapan dengan hewan tersebut.

Mengenal untuk Mengurangi Ketakutan

Bagi Steve, mengenal karakter dan spesies tarantula menjadi langkah awal untuk menghilangkan rasa takut yang berlebihan.

Baca Juga: Jika Anda Tidur Bersama Hewan Peliharaan, Ini 7 Sifat Unik Menurut Psikologi

’’Cari tahu dulu spesiesnya, pelajari cara memeliharanya. Tarantula asli Indonesia rata-rata high venom, jadi harus hati-hati,’’ pesannya.

Menurutnya, pemahaman yang baik akan membuat masyarakat lebih bijak dalam menyikapi keberadaan tarantula, baik di alam maupun sebagai hewan peliharaan eksotik.

Dukungan keluarga dan lingkungan sekitar juga menjadi faktor penting karena edukasi membuat orang-orang di sekitarnya memahami bahwa tidak semua tarantula berbahaya atau agresif. (*) 

Editor : Chairunnisya
tarantula hewan peliharaan