Nasional Metropolis Daerah Pro Bisnis Ekonomi Olahraga Otomotif Internasional Kriminal Features Mozaik Ramadan Tekno Entertainment Event Kesehatan Kuliner Lifestyle Ragam Cahaya Iman Cek Fakta For Her Jelita Bursa Properti

Markisa Subur Daun tapi Tak Berbuah? Ini Penyebab yang Sering Terjadi

Chairunnisya • Jumat, 29 Mei 2026 | 17:38 WIB
Ilustrasi panen markisa (DOK JAWAPOS)
Ilustrasi panen markisa (DOK JAWAPOS)

PONTIANAK POST - Markisa dikenal sebagai tanaman rambat yang mudah tumbuh di pekarangan rumah. Namun, banyak pekebun rumahan mengeluhkan tanaman markisa yang hanya rimbun daun tetapi jarang menghasilkan buah.

Ada beberapa faktor yang menjadi penyebab tanaman markisa sulit berbuah. Salah satu penyebab paling umum adalah kurangnya sinar matahari.

“Markisa membutuhkan sinar matahari langsung. Kalau kurang cahaya, biasanya tanaman hanya subur daunnya saja tetapi jarang berbunga,” ujar kreator konten berkebun @kebunvieta, Wiwit Purwitasari, dilansir dari Jawapos.

Baca Juga: Cara Menangani Tanaman Hias Baru Datang Agar Tidak Mengalami Stres Berat

Selain cahaya, pola penyiraman juga memengaruhi pertumbuhan tanaman. Kekurangan air dapat membuat tanaman stres dan menyebabkan bunga maupun buah muda rontok. Sebaliknya, kelebihan air juga berbahaya karena memicu busuk akar.

“Tanaman markisa yang kekurangan air bisa stres dan rontok buahnya. Di sisi lain, kelebihan air juga bisa menyebabkan busuk akar,” lanjut perempuan yang akrab disapa Vieta ini.

Penyerbukan Sangat Menentukan

Faktor lain yang kerap luput dari perhatian adalah proses penyerbukan. Tanaman markisa sangat bergantung pada bantuan serangga untuk memindahkan serbuk sari antar bunga.

Baca Juga: Cara Merawat Akuaponik agar Tanaman dan Ikan Tetap Sehat

“Kadang proses penyerbukan terganggu karena minimnya lebah atau serangga penyerbuk, terutama saat musim hujan. Akibatnya bunga markisa gugur sebelum sempat menjadi buah,” imbuhnya.

Di kebun miliknya, Vieta cukup terbantu dengan kehadiran lebah besar yang aktif mendatangi bunga markisa. Lebah tersebut membantu meningkatkan keberhasilan pembuahan melalui proses buzz pollination.

“Mereka melakukan buzz pollination, yaitu menggetarkan tubuh untuk melepaskan serbuk sari dari bunga markisa,” lanjutnya.

Jika populasi serangga penyerbuk minim, proses penyerbukan bisa dibantu secara manual agar peluang munculnya buah lebih tinggi. (*)

 

Editor : Chairunnisya
#tanaman buah #berkebun #tanaman