PONTIANAK POST - Selain sinar matahari dan penyerbukan, kesalahan pemupukan juga sering menjadi penyebab tanaman markisa sulit berbuah. Komposisi nutrisi yang tidak seimbang dapat memengaruhi pembentukan bunga.
“Terlalu banyak pupuk nitrogen membuat daun tumbuh sangat lebat, tetapi justru menghambat pembentukan bunga. Sebaliknya, kekurangan fosfor dan kalium juga dapat menghambat pembuahan,” ujar kreator konten berkebun @kebunvieta, Wiwit Purwitasari atau Vieta, dikutip dari Jawapos.
Untuk merangsang pembungaan, dia rutin menggunakan pupuk yang kaya fosfor dan kalium. Pemupukan dilakukan secara berkala agar tanaman tetap produktif.
Baca Juga: Markisa Subur Daun tapi Tak Berbuah? Ini Penyebab yang Sering Terjadi
“Saya biasanya pupuk setiap dua minggu sekali,” katanya.
Pentingnya Pemangkasan
Pemangkasan atau pruning juga menjadi bagian penting dalam perawatan markisa. Tanaman yang terlalu rimbun dapat menghambat masuknya sinar matahari dan mengurangi pertumbuhan bunga.
“Pemangkasan dengan membuang daun yang berada di dekat calon bunga. Hindari memotong cabang yang menjalar karena bunga justru tumbuh dari cabang-cabang tersebut,” beber Vieta.
Baca Juga: Hujan Terus-Menerus? Ini Cara Menyelamatkan Tanaman Cabai di Rumah
Selain pemangkasan, tanaman markisa membutuhkan rambatan atau para-para agar pertumbuhannya lebih teratur. Rambatan membantu menopang berat buah sekaligus menjaga sirkulasi udara tetap baik.
“Rambatan penting untuk menopang berat buah dan menjaga sirkulasi udara. Di kebun saya menggunakan rambatan berbentuk lengkung supaya kebun juga terlihat lebih cantik,” ujarnya. (*)
Editor : Chairunnisya