PONTIANAK POST - Selain memiliki ukuran besar, sawi samhong king juga dikenal karena cita rasanya yang disukai banyak orang. Batangnya renyah, daunnya lembut, dan rasa pahitnya relatif minim.
Tekstur Renyah dan Daun Lembut
Kreator kebun Tikah Sahar mengatakan bahwa karakteristik tersebut menjadi salah satu alasan sawi samhong king banyak diminati untuk berbagai menu masakan.
’’Rasanya enak, batangnya kriuk, dan daunnya lembut. Masa panennya juga relatif cepat, sekitar 30 sampai 40 hari setelah tanam,’’ ungkap Tikah, dikutip dari Jawapos.
Baca Juga: Tips Menyemai Sawi Samhong King agar Bibit Tumbuh Optimal
Kombinasi tekstur renyah dan daun yang lembut membuat sayuran ini nyaman dikonsumsi dalam berbagai olahan.
Tetap Perlu Waspada Hama
Meski relatif mudah dirawat, sawi samhong king tetap memiliki tantangan dalam budidayanya. Tanaman ini rentan diserang hama seperti penggerek daun dan belalang.
Serangan hama tersebut kerap menimbulkan lubang pada daun sehingga mengurangi kualitas dan keindahan tanaman.
Baca Juga: Sawi Samhong King, Sayuran Jumbo yang Cocok untuk Pekebun Rumahan
Karena itu, pemantauan rutin perlu dilakukan selama masa pertumbuhan tanaman.
Semakin Besar Meski Terlambat Dipanen
Salah satu keunikan sawi samhong king adalah ukurannya yang tetap bertambah meski waktu panen sedikit terlambat.
Menurut Tikah, kondisi tersebut tidak membuat rasa sawi menjadi lebih pahit seperti yang sering terjadi pada beberapa jenis sayuran daun lainnya.
Baca Juga: Akuaponik Jadi Solusi Berkebun Praktis untuk Lahan Sempit Perkotaan
’’Sawi samhong king ini minim rasa pahit dan daunnya sangat lembut. Kalau telat dipanen, bobotnya justru semakin besar,’’ ucapnya.
Keunggulan inilah yang membuat sawi samhong king menjadi pilihan menarik bagi pekebun rumahan yang menginginkan sayuran berukuran besar, mudah dirawat, dan memiliki rasa yang tetap nikmat. (*)
Editor : Chairunnisya