PONTIANAK POST - Di balik harga fantastis ikan molly premium, terdapat proses panjang yang melibatkan seleksi genetik dan perawatan yang tidak sederhana.
Faktor inilah yang membuat sejumlah varian memiliki nilai jual jauh lebih tinggi dibanding molly biasa.
Indukan Impor Jadi Fondasi Kualitas
Pembudidaya molly premium, Pinarto Kusuma mengungkapkan bahwa kualitas molly premium sangat dipengaruhi oleh asal-usul indukannya.
Baca Juga: Ikan Molly Premium Naik Kelas, dari Ikan Murah Jadi Komoditas Bernilai Jutaan Rupiah
Beberapa varietas unggulan berasal dari Filipina, Thailand, dan Vietnam. Masing-masing negara memiliki karakter genetik yang berbeda dan menjadi dasar terbentuknya warna serta corak khas pada keturunannya.
’’Garis keturunan impor jadi kunci tingginya harga molly premium ini,’’ ujarnya, dikutip dari Jawapos.
Warna dan Corak Menentukan Harga
Menurut Pinarto, para penghobi tidak main-main dalam menjaga kualitas genetik ikan. Tujuannya adalah menghasilkan warna merah yang pekat serta corak tubuh yang tegas dan menarik.
Baca Juga: Mengenal Bunglon Putih, Ikan Hias Laut Langka yang Banyak Diburu Penghobi
Semakin baik kualitas warna dan pola tubuh, semakin tinggi pula nilai jualnya di pasaran. ’’Harga itu sangat bergantung pada dua variabel utama, ukuran dan keindahan corak,’’ kata Pinarto.
Menunggu Hingga Masa Terbaik
Molly mulai dapat dipasarkan sejak berusia sekitar 1,5 bulan. Namun, pembudidaya yang mengincar harga premium biasanya memilih memelihara ikan hingga mencapai usia ideal.
Baca Juga: Cara Merawat Tiger Scat Hybrid Ikan Hias Unik Agar Tumbuh Optimal
Pada usia 6 hingga 7 bulan, karakter fisik ikan berkembang lebih sempurna sehingga memiliki daya tarik yang lebih tinggi bagi kolektor.
’’Namun, puncak keindahan fisik dan nilai jual tertinggi akan tercapai saat ikan berusia 6 hingga 7 bulan,’’ imbuhnya. (*)
Editor : Chairunnisya