PONTIANAK POST - Selain memiliki nilai jual tinggi, molly premium juga dikenal sebagai ikan yang relatif mudah dipelihara.
Namun, untuk menghasilkan ikan berkualitas dan bernilai tinggi, pembudidaya tetap harus memperhatikan sejumlah aspek teknis penting.
Adaptif dan Produktif
Dilansir dari Jawapos, pembudidaya molly premium Pinarto Kusuma mengatakan molly termasuk ikan yang adaptif dan mudah dirawat. Meski demikian, budidaya komersial tetap membutuhkan perhitungan yang matang.
Baca Juga: Indukan Impor Membuat Molly Premium Dibanderol Hingga Rp5 Juta
Molly berkembang biak secara ovovivipar, yakni telur menetas di dalam tubuh induk sebelum anak ikan dilahirkan.
Dalam sekali melahirkan, seekor induk mampu menghasilkan sekitar 100 hingga 150 ekor anakan. Tingkat kelangsungan hidupnya juga cukup tinggi, mencapai 80 hingga 90 persen.
Penjodohan Harus Tepat
Menurut Pinarto, proses reproduksi dimulai dengan pemilihan indukan yang tepat.
Baca Juga: Ikan Molly Premium Naik Kelas, dari Ikan Murah Jadi Komoditas Bernilai Jutaan Rupiah
Betina memiliki tubuh yang lebih gendut dan membulat. Sementara jantan memiliki tubuh lebih ramping serta gonopodium atau sirip anal yang memanjang.
’’Rasio ideal dalam satu wadah kawin adalah 1 ekor jantan berbanding 4 hingga 5 ekor betina. Ukuran ikan sekitar 5-6 cm,’’ ungkapnya.
Air Bersih dan Heater Jadi Kunci
Pinarto menegaskan bahwa keberhasilan budidaya molly premium sangat ditentukan oleh kualitas air.
Baca Juga: Ikan Hias Bernilai Ekonomis, Corak Unik di Tubuh Channa
Air yang keruh dapat meningkatkan kadar amonia yang berbahaya bagi ikan. Selain itu, molly juga rentan terhadap serangan penyakit seperti kutu jarum.
’’Solusinya, peternak wajib memasang alat pengatur suhu air (heater) untuk menjaga imunitas ikan tetap stabil,’’ kata Pinarto.
Pakan untuk Memaksimalkan Warna
Untuk menjaga kualitas warna dan corak, molly premium memerlukan kombinasi pakan yang tepat.
Burayak biasanya diberikan artemia. Setelah itu dapat ditambah cacing sutra dan pelet berkualitas tinggi guna mendukung pertumbuhan sekaligus mempertajam warna merah dan corak eksotis pada tubuh ikan. (*)
Editor : Chairunnisya