PONTIANAK POST - Ukuran tubuh yang kecil tak membuat burung pleci kehilangan daya tarik. Justru kemampuan uniknya meniru berbagai suara burung lain membuat pleci tetap menjadi favorit para penghobi hingga saat ini.
Dilansir dari Jawapos, menurut Zulkifli, penghobi pleci asal Rungkut sekaligus anggota Persatuan Pleci Mania Indonesia (PCMI) chapter KPS CUK, kemampuan tersebut menjadi salah satu keunggulan utama pleci dibandingkan burung lain.
Tak Lagi Mengandalkan Ngalas
Zulkifli menjelaskan bahwa pleci memiliki suara bawaan yang dikenal dengan istilah ngalas. Namun, perkembangan dunia lomba membuat burung ini dituntut memiliki variasi lagu yang lebih kaya.
Baca Juga: Pleci Tetap Eksis di Tengah Dominasi Murai Batu dan Cucak Ijo
’’Kalau dulu pleci asal ngalas sudah bisa menang, tapi sekarang hampir rata-rata burung lomba memba wa kombinasi suara burung lain seperti sogon, kenari, hingga gelatik,’’ ujarnya.
Jadi Sarana Masteran Murai Batu
Kemampuan meniru suara membuat pleci juga dimanfaatkan penghobi murai batu sebagai media masteran. Pleci dianggap efektif menangkap suara berbagai jenis burung sebelum kemudian menirukannya kembali melalui kicauannya.
Baca Juga: Nilai Ekonomi Burung Kicau Tembus Rp2 Triliun, Mendag Dorong Lomba Diperbanyak
Zulkifli mengaku kerap memanfaatkan pleci untuk menyerap suara burung lain seperti kolibri wulung maupun prenjak. Setelah itu, suara tersebut digunakan sebagai materi bagi murai batu.
Burung Kecil dengan Kemampuan Besar
Kemampuan meniru suara yang beragam membuat pleci memiliki nilai lebih di mata penghobi. Tak heran jika burung mungil ini masih mampu bertahan dan bersaing di tengah ketatnya dunia burung kicau.
Bagi Zulkifli, keunggulan tersebut menjadi alasan utama pleci tetap diminati hingga sekarang. (*)
Editor : Chairunnisya