PONTIANAK POST - Mengolah limbah dapur menjadi kompos tidak selalu membutuhkan wadah khusus. Bagi yang menginginkan cara lebih sederhana, metode biopori dapat menjadi alternatif yang mudah diterapkan di rumah.
Pekebun yang kerap berbagi tips berkebun lewat akun @novitriwahyuni, Novi Triwahyuni, menilai metode ini cocok bagi mereka yang ingin mengolah limbah organik secara praktis.
Limbah Langsung Terurai di Sekitar Akar
Metode biopori dilakukan dengan menanam pipa paralon ke dalam tanah atau pot tanaman, kemudian memasukkan limbah organik ke dalamnya.
Baca Juga: Trik Membuat Komposter Sederhana dari Galon Bekas di Rumah
’’Kalau pakai biopori, kita tinggal tanam paralon ke tanah atau pot tanaman lalu masukkan limbah organik ke dalamnya. Itu nanti langsung jadi kompos,’’ ungkap Novi dikutip dari Jawapos.
Dengan cara tersebut, hasil penguraian limbah dapat langsung dimanfaatkan oleh tanaman di sekitarnya.
Tanaman Bisa Langsung Merasakan Manfaatnya
Menurut Novi, salah satu keunggulan metode biopori adalah kemudahan penggunaannya.
Baca Juga: Tak Punya Lahan Luas, Tetap Bisa Berkebun Buah di Rumah
Tanaman juga dapat langsung memanfaatkan hasil penguraian limbah tanpa perlu proses pemupukan tambahan.
’’Tapi minusnya, kita tak dapat pupuk organik cair. Dan, pupuk hanya untuk tanaman di pot itu saja, tidak bisa buat tanaman yang lain,’’ lanjutnya.
Cocok untuk Pengolahan Limbah Skala Kecil
Baca Juga: Pemupukan dan Perawatan Daisy serta Cosmos untuk Pemula Berkebun
Meski memiliki keterbatasan, metode biopori tetap menjadi pilihan menarik bagi pekebun rumahan yang menginginkan proses pengomposan sederhana dan minim perawatan.
Dengan memanfaatkan limbah dapur sehari-hari, kebutuhan nutrisi tanaman tetap dapat terpenuhi secara alami. (*)
Editor : Chairunnisya