PONTIAANAK POST - Banyak pekebun mencari pupuk yang aman dan mudah digunakan untuk berbagai jenis tanaman. Kompos organik hasil olahan sendiri menjadi salah satu pilihan karena dapat diaplikasikan secara luas tanpa perlakuan khusus.
Pekebun yang kerap berbagi tips berkebun lewat akun @novitriwahyuni, Novi Triwahyuni, merasakan manfaat tersebut dari penggunaan kompos yang dibuat sendiri.
Bisa Digunakan untuk Semua Tanaman
Baca Juga: Trik Membuat Komposter Sederhana dari Galon Bekas di Rumah
Menurut Novi, kompos hasil pengolahan limbah dapur dapat dimanfaatkan untuk berbagai jenis tanaman. ’’Semua tanaman bisa pakai kompos ini, tidak ada perlakuan khusus,’’ ujar Novi, dikutip dari Jawapos.
Kemudahan tersebut membuat kompos organik menjadi pilihan praktis bagi pekebun rumahan yang memiliki beragam koleksi tanaman.
Pupuk Cair Perlu Diencerkan
Selain kompos padat, proses pengomposan juga menghasilkan pupuk organik cair yang bisa dimanfaatkan untuk menunjang pertumbuhan tanaman. Namun, penggunaannya tetap perlu diperhatikan.
Baca Juga: Ingin Kompos Tanpa Ribet? Coba Metode Biopori untuk Tanaman
’’Untuk pupuk organik cair, sebaiknya disimpan dulu beberapa hari, baru digunakan dengan perbandingan satu banding sepuluh dengan air,’’ ungkap Novi.
Sementara itu, frekuensi pemberian kompos maupun pupuk cair idealnya dilakukan sepekan sekali agar tanaman tetap mendapatkan nutrisi optimal.
Membantu Memperbaiki Unsur Hara Tanah
Baca Juga: Akuaponik Jadi Solusi Berkebun Praktis untuk Lahan Sempit Perkotaan
Dari pengalamannya, penggunaan kompos memberikan dampak positif terhadap kesuburan kebun. Bahkan, Novi mengaku tidak lagi membutuhkan pupuk kimia.
’’Kompos ini sudah meng-cover kebutuhan tanaman dan juga memperbaiki unsur hara tanah,’’ kata Novi. (*)
Editor : Chairunnisya