PONTIANAK POST - Di balik warna batangnya yang mencolok, bayam batang pink ternyata menyimpan kisah menarik sebagai salah satu varietas yang tergolong langka.
Kreator kebun rumahan Emma Fitria Jwalita mengatakan benih yang ia tanam termasuk jenis heirloom atau benih pusaka yang diwariskan secara turun-temurun.
"Benih heirloom itu hasil warisan turun-temurun. Kalau ditanam lagi, hasilnya akan mirip dengan induknya," terangnya, dikutip dari Jawapos.
Baca Juga: Cara Menanam Bayam Batang Pink agar Tumbuh Subur dan Cepat Panen
Emma mengaku memperoleh benih tersebut dari luar negeri saat varietas ini belum banyak dikenal di Indonesia.
"Awalnya saya dapat dari pembudidaya di Amerika, karena waktu itu di Indonesia belum ada," ungkapnya.
Teksturnya Cenderung Lebih Renyah
Menurut Emma, bayam batang pink berasal dari India. Selain memiliki tampilan yang unik, tanaman ini juga menawarkan karakteristik yang berbeda dibandingkan bayam biasa.
Baca Juga: Bayam Batang Pink, Sayuran Unik yang Sekaligus Jadi Tanaman Hias
Teksturnya cenderung lebih renyah karena ukuran batangnya lebih besar. Sementara itu, daunnya terasa lebih licin saat dikonsumsi.
Meski demikian, waktu panen perlu diperhatikan karena tanaman yang terlalu tua dapat memengaruhi cita rasa.
Dari sisi perawatan, tantangan terbesar biasanya berasal dari serangan hama seperti belalang dan kutu daun.
Baca Juga: Benarkah Memanaskan Bayam Bisa Beracun? Ini Fakta yang Harus Kamu Tahu!
"Belalang itu paling suka. Biasanya saya ambil manual atau semprot air campur sabun cuci piring, biar tetap ramah lingkungan," tutur Emma.
Selain menarik secara visual, Emma juga menyebut tanaman ini memiliki kandungan gizi yang bermanfaat.
"Tanaman ini mengandung vitamin A, vitamin C, serta zat besi. Batangnya yang pink juga mengandung antioksidan, bagus untuk daya tahan tubuh dan melawan radikal bebas," paparnya.
Dari segi rasa, bayam batang pink tidak berbeda jauh dengan bayam yang umum dikonsumsi masyarakat.
Baca Juga: Rahasia Sayuran Subur Berasal dari Kompos Organik Limbah Dapur
"Rasanya mirip bayam biasa, cuma bayam hijau cenderung lebih manis. Yang pink ini lebih hambar, tapi tetap enak," ungkap Emma. (*)
Editor : Chairunnisya