PONTIANAK POST - Merawat tulip di negara tropis membutuhkan perhatian lebih dibanding tanaman hias pada umumnya. Salah satu aspek terpenting adalah pengaturan penyiraman.
Dilansir dari Jawapos, urban gardener Ida Amal menyebut kelembapan media tanam harus selalu dikontrol dengan cermat.
Penyiraman Menggunakan Sprayer
Menurut Ida, tulip tidak disiram dengan cara biasa.
Baca Juga: Ingin Menanam Tulip di Indonesia? Umbi Harus Langsung Masuk Kulkas dan Ini Alasannya
’’Cukup disemprot saja, jangan sampai basah kuyup. Kalau terlalu basah lalu dimasukkan ke kulkas, airnya bisa membeku,’’ jelas Ida.
Karena itu, penggunaan sprayer menjadi pilihan yang lebih aman untuk menjaga kelembapan media tanam.
Tidak Harus Disiram Setiap Hari
Ida juga mengingatkan bahwa frekuensi penyiraman tidak boleh dilakukan secara rutin tanpa pengecekan. Tanah harus diperiksa terlebih dahulu untuk memastikan kondisi kelembapannya.
Baca Juga: Bunga Tulip Ternyata Bisa Tumbuh di Indonesia, Ini Rahasianya
Jika media tanam masih lembap, penyiraman tidak perlu dilakukan lagi.
Tunas Mulai Diperkenalkan dengan Sinar Matahari
Proses tersebut terus dilakukan hingga tunas muncul ke permukaan. Begitu tinggi tunas mencapai sekitar 10 sentimeter, tanaman mulai mendapatkan paparan sinar matahari.
Baca Juga: Cara Menjaga Tanaman Buah Tetap Subur di Rooftop
’’Setiap pagi, pot dikeluarkan dari kulkas. Misal jam 6 pagi keluar, tanaman harus kembali dimasukkan ke dalam kulkas sekitar pukul 9 atau 10 pagi,’’ bebernya. (*)
Editor : Chairunnisya