PONTIANAK POST - Bagi para kolektor, mainan yang dimiliki bukan sekadar pengisi rak pajangan. Ada cerita dan kenangan di balik setiap koleksi. Bahkan, memiliki kepuasan tersendiri saat berhasil mendapatkan model yang diidam-idamkan.
Dea mengoleksi diecast selama belasan tahun terakhir. Kecintaannya terhadap diecast bermula sejak anaknya masih kecil. Namun, keseriusan mengoleksi baru dimulai sekitar belasan tahun terakhir. Awal koleksi tersebut tidak sepenuhnya untuk dirinya sendiri.
Ia memilih diecast karena bahannya dari metal, jadi lebih awet dibanding mainan biasa.
"Awalnya untuk anak. Kebanyakan mainan mobil-mobilan anak cepat rusak, tapi ketika dibelikan diecast, cukup awet. Inilah awal mula kami menambah koleksi," ujarnya.
Seiring waktu, ketertarikan itu justru berkembang menjadi hobi keluarga. Bersama sang suami yang juga menyukai dunia otomotif miniatur, Dea terus menambah koleksi. Hingga kini jumlahnya diperkirakan mencapai sekitar 500 unit.
Dari ratusan koleksi tersebut, mobil-mobil muscle Amerika menjadi favoritnya. Salah satu model yang paling ia sukai adalah Camaro. Selain itu, koleksi kendaraan yang muncul dalam film Fast & Furious juga memiliki tempat tersendiri di hatinya.
Meski sebagian orang melihat diecast sebagai barang yang bisa diperjualbelikan dengan harga tinggi, Dea memiliki pandangan berbeda. Baginya, koleksi tersebut bukan untuk investasi ataupun mencari keuntungan.
"Belum pernah menjual. Semua memang untuk dikoleksi," katanya.
Jika ditaksir secara keseluruhan, nilai koleksi yang dimilikinya saat ini bahkan sudah setara dengan harga sebuah sepeda motor.
Namun, nilai sesungguhnya bukan terletak pada nominal tersebut. Ada kepuasan tersendiri ketika berhasil mendapatkan model yang selama ini diincar. "Rasanya senang sekali kalau berhasil mendapat barang yang dicari," ungkapnya.
Sebagian koleksi dipajang dalam lemari khusus sebagai dekorasi rumah. Menurutnya, melihat deretan mobil mini tersebut sudah menjadi hiburan tersendiri setelah menjalani aktivitas sehari-hari. Sementara sebagian lainnya memang disiapkan untuk dimainkan.
Hobi ini juga membawanya pada dunia kreatif yang lebih luas, yakni fotografi diecast. Mobil-mobil mini tersebut tak hanya menjadi pajangan, tetapi juga objek fotografi yang menarik.
Untuk menghasilkan gambar yang tampak hidup, Dea kerap menambahkan berbagai properti pendukung sebagai latar dan pelengkap adegan.
Selain mengoleksi produk pabrikan, ia juga tertarik pada diecast hasil modifikasi atau custom.
Menurutnya, komunitas pecinta diecast di Pontianak cukup berkembang, bahkan banyak perajin yang mampu membuat atau memodifikasi diecast sesuai keinginan kolektor.
Kini, kecintaan terhadap diecast perlahan mulai menular kepada anaknya. Meski belum seantusias dirinya, sang anak sudah menunjukkan ketertarikan pada koleksi mobil-mobil mini tersebut.
Komunitas Wadah Ekspresi Diecaster
Di Pontianak, para penghobi mobil miniatur ini juga memiliki wadah untuk berkumpul, berbagi informasi, hingga berburu koleksi langka. Salah satunya adalah Equator Diecast Community (EDC).
Maman, salah satu anggota komunitas tersebut, mengatakan EDC mulai terbentuk sekitar tahun 2019. Berawal dari sejumlah penghobi yang sering berinteraksi dan bertukar informasi mengenai koleksi diecast, komunitas ini kini terus berkembang dan memiliki sekitar 127 anggota aktif.
"Sangat berkembang dengan jumlah penghobi yang terus bertambah," ujarnya.
Menurut Maman, daya tarik diecast terletak pada detailnya yang menyerupai kendaraan asli dalam skala mini, terutama skala 1:64 yang menjadi favorit para kolektor.
Selain itu, terdapat sejumlah model yang diproduksi terbatas sehingga menjadi buruan para penghobi.
"Diecast diminati karena bentuknya mirip dengan mobil aslinya. Ada juga item-item yang langka dan unik sehingga menjadi tantangan tersendiri untuk mendapatkannya," katanya.
Menariknya, anggota komunitas tidak hanya berasal dari kalangan anak-anak. Justru sebagian besar anggota merupakan orang dewasa yang menjadikan diecast sebagai hobi sekaligus sarana melepas penat dari rutinitas sehari-hari.
Untuk menjaga kebersamaan antaranggota, komunitas rutin menggelar kopi darat (kopdar) setiap bulan. Selain itu, mereka juga cukup aktif menyelenggarakan berbagai kegiatan dan pameran yang biasanya berlangsung setiap dua bulan sekali.
"Tanggal 28 Juni 2026 nanti kami akan mengadakan event lagi," jelasnya.
Berbagai aktivitas dilakukan dalam setiap pertemuan, mulai dari saling memamerkan koleksi, berbagi informasi mengenai produk yang sedang diburu, fotografi diecast, hingga modifikasi atau custom diecast.
Salah satu tantangan yang sering dihadapi para kolektor adalah mendapatkan model-model langka. Menurut Maman, berburu diecast langka sering kali bergantung pada keberuntungan.
Kadang kolektor bisa menemukan model incaran secara tidak sengaja di rak toko mainan dengan harga normal. Namun di sisi lain, ketika model tersebut sudah diketahui memiliki nilai koleksi tinggi, harga jualnya di pasar dapat melonjak berkali-kali lipat.
“Kalau kita beli dengan seller yang sudah paham, harganya bisa berkali kali lipat,” ujarnya.
Meski demikian, bagi sebagian besar anggota komunitas, kepuasan utama bukanlah nilai jual koleksi, melainkan proses berburu dan kebahagiaan saat berhasil mendapatkan diecast yang diinginkan.
Itulah yang membuat hobi ini terus bertahan dan menarik minat semakin banyak orang dari berbagai kalangan. (*)
Editor : Chairunnisya