PONTIANAK POST - Keterlibatan anak dalam live jualan tidak hanya soal durasi tampil atau jumlah penonton. Yang tak kalah penting ialah memastikan anak benar-benar bersedia dan merasa nyaman.
Anak Berhak Menyampaikan Pendapat
Dilansir dari Jawapos, Pandu Literasi Digital Komdigi, Wahyu Oktafialni SSos, menegaskan pentingnya persetujuan anak, terutama bagi mereka yang sudah memasuki usia sekolah dan mampu menyampaikan pendapat.
Baca Juga: Waspadai Digital Kidnapping Saat Anak Muncul dalam Live Streaming Jualan
"Jika anak menolak tampil, merasa malu, lelah, atau ingin berhenti, orang tua wajib menghormati keputusan tersebut tanpa manipulasi emosional. Perlindungan hak anak harus selalu menjadi prioritas utama dibandingkan kepentingan penjualan," katanya.
Menurut Wahyu, hak anak harus menjadi pertimbangan utama dalam setiap aktivitas digital yang melibatkan mereka.
Kepentingan Anak Harus Didahulukan
Baca Juga: Tren Anak Tampil Saat Live Jualan Dinilai Berpotensi Melanggar Etika Digital
Ia mengingatkan, anak memiliki hak atas rasa aman dan nyaman di ruang digital. Karena itu, keputusan anak untuk tidak tampil harus dihargai tanpa tekanan.
Dengan demikian, aktivitas komersial keluarga tidak mengorbankan hak-hak dasar anak. (*)
Editor : Chairunnisya