PONTIANAK POST - Tapah short body memang memiliki bentuk tubuh yang unik.
Namun, sebelum memeliharanya, penghobi perlu memahami karakter ikan predator ini agar tetap sehat dan tidak membahayakan ikan lain di dalam akuarium.
Dilansir dari Jawapos, penghobi ikan hias Pinarto Kusumo mengatakan tapah short body memiliki sifat soliter dan teritorial yang kuat.
Baca Juga: Butuh Dua Tahun, Tapah Short Body Semakin Bernilai bagi Kolektor Ikan
Sebaiknya Dipelihara Sendiri
Menurut Pinarto, tapah short body tidak disarankan dipelihara bersama sesamanya.
"Kalau disatukan, mereka bisa saling menyerang," kata Pinarto.
Selain itu, ikan ini mempunyai bukaan mulut yang lebar sehingga mampu memangsa ikan lain yang berukuran relatif besar.
Baca Juga: Tapah Short Body Langka Kini Menjadi Buruan Kolektor Ikan Hias Indonesia
Untuk pakan harian, penghobi umumnya memberikan ikan hidup, udang beku, maupun pelet setelah melalui proses adaptasi.
"Untuk pakan harian, penghobi umumnya memberikan makan berupa ikan hidup, udang beku, maupun pelet setelah melalui proses adaptasi," lanjutnya.
Kualitas Air Menjadi Kunci
Dari sisi perawatan, tapah short body tergolong ikan yang cukup tangguh. Meski demikian, kualitas air harus selalu dijaga melalui sistem filtrasi dan sirkulasi yang baik.
Baca Juga: Mengenal Bunglon Putih, Ikan Hias Laut Langka yang Banyak Diburu Penghobi
Sebagai ikan sungai, tapah membutuhkan air yang kaya oksigen sehingga kondisi akuarium harus tetap bersih.
Menurut Pinarto, menjaga kualitas air merupakan kebutuhan utama agar tapah short body dapat tumbuh dengan baik dan tetap sehat selama dipelihara. (*)
Editor : Chairunnisya