PONTIANAK POST - Berkebun di rumah kini semakin diminati sebagai cara mendapatkan sayuran segar sekaligus mengisi waktu luang. Salah satu tanaman yang banyak dipilih adalah curly kale karena perawatannya relatif mudah dan dapat dipanen berkali-kali.
Curly kale memiliki daun hijau tua dengan tepian bergelombang dan keriting rapat. Tekstur daunnya tebal, renyah, serta batangnya kokoh. Selain tampil menarik, sayuran ini juga banyak diminati karena kandungan vitaminnya.
Pekebun rumahan yang dikenal melalui akun Instagram @arielisgarden, Sugianti, mengaku mulai menanam curly kale sekitar setahun lalu.
Baca Juga: Ingin Menanam Sawi Pagoda di Rumah? Ini Tips dari Pengelola Rooftop Garden
"Saya tertarik karena curly kale dikenal sebagai sayuran superfood yang kaya vitamin A, C, dan K. Selain manfaat gizinya, bentuk daunnya yang keriting dan warnanya yang hijau pekat juga mempercantik tampilan kebun," ungkapnya.
Gunakan Media Tanam yang Gembur
Menurut Sugianti, curly kale termasuk tanaman yang cocok bagi pemula karena cukup tahan terhadap perubahan cuaca dan tidak terlalu rentan terserang hama.
Agar tumbuh optimal, tanaman membutuhkan media tanam yang gembur dengan drainase baik serta memperoleh sinar matahari yang cukup setiap hari.
Baca Juga: Krokot Kaya Omega-3, Sayuran Liar Ini Baik untuk Menjaga Kesehatan Jantung
"Curly kale membutuhkan sinar matahari langsung selama empat hingga enam jam per hari. Di daerah tropis seperti Indonesia, paparan sinar matahari pagi lebih disarankan agar daun tidak terbakar," ungkapnya.
Ia menggunakan campuran tanah, kompos, dan sekam bakar dengan perbandingan 1:1:1. Kombinasi tersebut membantu menjaga kelembapan sekaligus mendukung perkembangan akar.
Selain ditanam di lahan, curly kale juga dapat dibudidayakan di pot maupun polybag.
Baca Juga: Rahasia Sayuran Subur Berasal dari Kompos Organik Limbah Dapur
"Curly kale juga bisa ditanam di pot atau polybag dengan diameter minimal 30 sentimeter agar perkembangan akarnya tidak terhambat," imbuhnya.
Penyiraman dan Pemupukan Tidak Sulit
Perawatan harian curly kale tergolong sederhana. Penyiraman cukup dilakukan sekali setiap pagi, sedangkan saat musim hujan frekuensinya dapat dikurangi menjadi dua hingga tiga hari sekali.
Untuk menjaga pertumbuhan daun tetap optimal, pemupukan dilakukan setiap dua minggu sekali menggunakan kompos, pupuk kandang matang, maupun pupuk organik cair.
"Pemupukan dilakukan setiap dua minggu sekali menggunakan kompos, pupuk kandang yang sudah matang, dan pupuk organik cair. Jenis pupuk ini efektif karena membuat daun tumbuh hijau, tebal, dan aman untuk dikonsumsi," jelasnya.
Baca Juga: Ketumbar dan Sayuran Jadi Pelengkap Penting Olahan Daging Kambing
Bisa Dipanen dalam Waktu Sekitar Dua Bulan
Dengan perawatan yang baik, curly kale sudah dapat dipanen sekitar satu setengah hingga dua bulan setelah benih disemai.
Daun yang dipetik sebaiknya berasal dari bagian luar tanaman.
"Ciri-ciri daun yang siap dipetik berukuran 15 hingga 20 sentimeter, berwarna hijau tua, dan teksturnya keriting. Petik daun bagian luar yang lebih tua terlebih dahulu, bagian pucuk dan daun muda di tengah dibiarkan dulu," katanya.
Baca Juga: Sawi Samhong King, Sayuran Jumbo yang Cocok untuk Pekebun Rumahan
Cara panen tersebut membuat tanaman tetap produktif karena curly kale memiliki sistem cut and come again, sehingga daun baru akan terus tumbuh.
"Dengan memetik daun tua secara berkala, akan merangsang pertumbuhan daun baru di bagian tengah sehingga daun menjadi lebih lebat dan keriting," lanjutnya. (*)
Editor : Chairunnisya