Ini Media Tanam dan Perawatan Curly Kale agar Daunnya Lebat

Chairunnisya • Dipublikasikan Rabu, 22 Juli 2026 | 15:23 WIB
Curly kale dapat ditanam di pot atau polybag dengan diameter minimal 30 sentimeter agar perkembangan akarnya tidak terhambat. (DOK JAWAPOS)
Curly kale dapat ditanam di pot atau polybag dengan diameter minimal 30 sentimeter agar perkembangan akarnya tidak terhambat. (DOK JAWAPOS)

PONTIANAK POST - Menanam sayuran sendiri di rumah tidak selalu membutuhkan pengalaman panjang. Salah satu tanaman yang relatif mudah dibudidayakan adalah curly kale.

Dengan media tanam yang tepat dan perawatan sederhana, sayuran berdaun keriting ini dapat tumbuh subur bahkan di pot maupun polybag.

Pekebun rumahan yang dikenal melalui akun Instagram @arielisgarden, Sugianti, mengatakan curly kale menjadi salah satu tanaman favorit karena mudah dirawat sekaligus memiliki nilai gizi tinggi.

Baca Juga: Tips Menanam Curly Kale Agar Daunnya Lebat dan Tumbuh Optimal di Rumah

"Saya tertarik karena curly kale dikenal sebagai sayuran superfood yang kaya vitamin A, C, dan K. Selain manfaat gizinya, bentuk daunnya yang keriting dan warnanya yang hijau pekat juga mempercantik tampilan kebun," ungkapnya, dilansir dari Jawapos.

Butuh Media Tanam Gembur

Menurut Sugianti, curly kale membutuhkan media tanam yang gembur dengan drainase baik agar akar berkembang optimal. Ia menggunakan campuran tanah, kompos, dan sekam bakar dengan perbandingan 1:1:1.

Media tersebut mampu menjaga kelembapan sekaligus memberikan ruang yang cukup bagi pertumbuhan akar.

Baca Juga: Krokot Kaya Omega-3, Sayuran Liar Ini Baik untuk Menjaga Kesehatan Jantung

Selain itu, tanaman ini juga dapat ditanam di pot maupun polybag berdiameter minimal 30 sentimeter.

"Curly kale juga bisa ditanam di pot atau polybag dengan diameter minimal 30 sentimeter agar perkembangan akarnya tidak terhambat," imbuhnya.

Sinar Matahari Pagi Lebih Dianjurkan

Meski termasuk tanaman yang cukup tahan terhadap perubahan cuaca, curly kale tetap membutuhkan cahaya matahari yang cukup setiap hari.

Baca Juga: Rahasia Sayuran Subur Berasal dari Kompos Organik Limbah Dapur

Sugianti menjelaskan paparan sinar matahari langsung selama empat hingga enam jam menjadi kebutuhan penting agar tanaman tumbuh optimal. Di wilayah tropis seperti Indonesia, sinar matahari pagi lebih disarankan.

"Curly kale membutuhkan sinar matahari langsung selama empat hingga enam jam per hari. Di daerah tropis seperti Indonesia, paparan sinar matahari pagi lebih disarankan agar daun tidak terbakar," ungkapnya.

Penyiraman dan Pemupukan Tidak Rumit

Perawatan harian curly kale tergolong sederhana. Penyiraman cukup dilakukan sekali pada pagi hari. Saat musim hujan, frekuensinya dapat dikurangi menjadi dua hingga tiga hari sekali.

Baca Juga: Bayam Batang Pink, Sayuran Unik yang Sekaligus Jadi Tanaman Hias

Sementara itu, pemupukan dilakukan setiap dua minggu menggunakan kompos, pupuk kandang yang telah matang, maupun pupuk organik cair.

"Pemupukan dilakukan setiap dua minggu sekali menggunakan kompos, pupuk kandang yang sudah matang, dan pupuk organik cair. Jenis pupuk ini efektif karena membuat daun tumbuh hijau, tebal, dan aman untuk dikonsumsi," jelasnya.

Dengan kombinasi media tanam yang tepat, sinar matahari yang cukup, serta perawatan rutin, curly kale dapat tumbuh subur dan menjadi salah satu pilihan sayuran rumahan yang mudah dibudidayakan. (*) 

Editor : Chairunnisya
curly kale cara menanam kale berkebun di rumah sayuran organik media tanam