Begini Cara Panen Curly Kale Agar Tetap Produktif hingga Enam Bulan

Chairunnisya • Dipublikasikan Rabu, 22 Juli 2026 | 15:31 WIB
Curly kale dapat ditanam di pot atau polybag dengan diameter minimal 30 sentimeter agar perkembangan akarnya tidak terhambat. (DOK JAWAPOS)
Curly kale dapat ditanam di pot atau polybag dengan diameter minimal 30 sentimeter agar perkembangan akarnya tidak terhambat. (DOK JAWAPOS)

PONTIANAK POST - Menanam sayuran sendiri di rumah menjadi kepuasan tersendiri, apalagi jika tanaman dapat dipanen berkali-kali tanpa harus menanam ulang.

Salah satu sayuran yang memiliki keunggulan tersebut adalah curly kale. Dengan teknik panen yang tepat, tanaman ini tetap produktif selama beberapa bulan.

Dilansir dari Jawapos, pekebun rumahan yang dikenal melalui akun Instagram @arielisgarden, Sugianti, mengatakan curly kale sudah dapat dipanen sekitar satu setengah hingga dua bulan setelah benih disemai apabila dirawat dengan baik.

Baca Juga: Ini Media Tanam dan Perawatan Curly Kale agar Daunnya Lebat

Panen Daun Bagian Luar Terlebih Dahulu

Menurut Sugianti, waktu panen tidak ditentukan hanya berdasarkan umur tanaman, tetapi juga kondisi daun.

Daun yang siap dipetik umumnya berukuran sekitar 15 hingga 20 sentimeter, berwarna hijau tua, dan memiliki tekstur keriting yang khas.

"Ciri-ciri daun yang siap dipetik berukuran 15 hingga 20 sentimeter, berwarna hijau tua, dan teksturnya keriting. Petik daun bagian luar yang lebih tua terlebih dahulu, bagian pucuk dan daun muda di tengah dibiarkan dulu," katanya.

Baca Juga: Tips Menanam Curly Kale Agar Daunnya Lebat dan Tumbuh Optimal di Rumah

Cara tersebut membuat bagian tengah tanaman tetap tumbuh sehingga menghasilkan daun-daun baru.

Terapkan Sistem Cut and Come Again

Curly kale termasuk tanaman yang memiliki sistem panen cut and come again. Artinya, tanaman tetap dapat menghasilkan daun baru meski sudah beberapa kali dipanen.

Karena itu, pemanenan tidak dilakukan dengan mencabut seluruh tanaman, melainkan hanya memetik daun yang sudah tua.

Baca Juga: Krokot Kaya Omega-3, Sayuran Liar Ini Baik untuk Menjaga Kesehatan Jantung

"Dengan memetik daun tua secara berkala, akan merangsang pertumbuhan daun baru di bagian tengah sehingga daun menjadi lebih lebat dan keriting," lanjutnya.

Teknik sederhana tersebut membuat tanaman tetap produktif selama sekitar empat hingga enam bulan tanpa perlu melakukan penanaman ulang.

Perawatan Tetap Dilakukan Setelah Panen

Meski sudah memasuki masa panen, perawatan tanaman tidak boleh dihentikan. Penyiraman, pemupukan, serta pemantauan kondisi daun tetap perlu dilakukan agar pertumbuhan daun baru berlangsung optimal.

Baca Juga: Rahasia Sayuran Subur Berasal dari Kompos Organik Limbah Dapur

Dengan perawatan yang konsisten, tanaman akan terus menghasilkan daun yang siap dipetik secara bertahap.

Bagi pekebun rumahan, sistem panen seperti ini menjadi keuntungan tersendiri karena kebutuhan sayuran segar dapat dipenuhi lebih lama hanya dari satu tanaman. (*)

Editor : Chairunnisya
curly kale panen curly kale cara panen kale berkebun rumahan sayuran sehat