PONTIANAK POST - Memulai berkebun tidak selalu harus diawali dengan tanaman yang sulit dirawat.
Curly kale menjadi salah satu sayuran yang ramah bagi pemula karena proses budidayanya relatif sederhana, mulai dari penyemaian benih hingga perawatan terhadap hama.
Dilansir dari Jawapos, pekebun rumahan yang dikenal melalui akun Instagram @arielisgarden, Sugianti, mengatakan keberhasilan menanam curly kale dimulai sejak tahap penyemaian.
Baca Juga: Begini Cara Panen Curly Kale Agar Tetap Produktif hingga Enam Bulan
Bibit yang tumbuh sehat akan lebih mudah beradaptasi ketika dipindahkan ke media tanam yang lebih besar.
Benih Berkecambah dalam Tiga hingga Lima Hari
Sugianti menjelaskan benih curly kale disemai terlebih dahulu pada media semai yang lembap. Dalam kondisi tersebut, benih umumnya mulai berkecambah setelah tiga hingga lima hari.
Bibit belum langsung dipindahkan ke pot atau lahan. Tanaman perlu menunggu hingga berumur sekitar tiga sampai empat minggu atau telah memiliki empat sampai lima helai daun sejati.
Baca Juga: Ini Media Tanam dan Perawatan Curly Kale agar Daunnya Lebat
"Pemindahan sebaiknya dilakukan pada sore agar tanaman tidak stres," sambung Sugianti.
Pemindahan pada sore hari membantu tanaman beradaptasi dengan lingkungan baru karena tidak langsung terpapar sinar matahari yang terik.
Waspadai Ulat Daun dan Kutu Daun
Meski dikenal cukup tangguh, curly kale tetap memiliki beberapa hama yang perlu diwaspadai. Dua yang paling sering dijumpai ialah ulat daun dan kutu daun.
Baca Juga: Tips Menanam Curly Kale Agar Daunnya Lebat dan Tumbuh Optimal di Rumah
Karena itu, pemeriksaan tanaman secara rutin menjadi bagian penting dalam perawatan sehari-hari. Sugianti mengaku selalu memeriksa bagian bawah daun setiap pagi untuk memastikan tidak ada hama yang mulai berkembang.
"Tiap pagi, saya memeriksa bagian bawah daun. Jika ada hama, langsung diambil secara manual. Selain itu, juga disemprot pestisida nabati berupa larutan bawang putih dan sedikit sabun cair, seminggu sekali," paparnya.
Cara tersebut membantu menjaga tanaman tetap sehat tanpa mengabaikan perawatan rutin.
Berkebun Bisa Dimulai dari Hal Sederhana
Menurut Sugianti, berkebun sayuran tidak harus menunggu memiliki lahan yang luas. Pot maupun polybag di teras rumah sudah cukup untuk memulai menanam sayuran konsumsi.
Baca Juga: Rahasia Sayuran Subur Berasal dari Kompos Organik Limbah Dapur
Ia berharap semakin banyak masyarakat, terutama yang tinggal di kawasan perkotaan, memanfaatkan ruang terbatas untuk menghasilkan sayuran segar sendiri.
"Berkebun itu bukan hanya soal menanam, tetapi juga belajar sabar dan merawat. Curly kale mengajarkan saya bahwa dengan perawatan sederhana, kita bisa mendapatkan sayuran sehat langsung dari pekarangan sendiri," lanjutnya. (*)
Editor : Chairunnisya