Cara Bijak Berkomentar di Media Sosial Ketika Terjadi Bencana atau Musibah

Chairunnisya • Dipublikasikan Jumat, 24 Juli 2026 | 09:59 WIB
Ilustrasi seorang pria melihat video kebakaran hutan dari gawainya. (AI)
Ilustrasi seorang pria melihat video kebakaran hutan dari gawainya. (AI)

PONTIANAK POST - Media sosial menjadi tempat banyak orang mencari informasi ketika bencana terjadi.

Namun, selain menyebarkan kabar terbaru, ruang digital juga menjadi tempat masyarakat menyampaikan pendapat.

Karena itu, setiap komentar yang ditulis perlu mempertimbangkan perasaan para korban.

Baca Juga: Konselor Ingatkan Jangan Jadikan Media Sosial Tempat Mengumbar Konflik Nafkah Anak

Dilansir dari Jawapos, menurut Dosen Sosiologi Universitas Airlangga sekaligus pengampu mata kuliah Sosiologi Kebencanaan, Prof. Dr. Septi Ariadi MA, bencana bukan hanya menimbulkan kerusakan fisik, tetapi juga mengguncang kehidupan sosial, ekonomi, hingga psikologis masyarakat yang terdampak.

Bencana Berdampak pada Seluruh Aspek Kehidupan

Bencana dapat terjadi kapan saja dan menimpa siapa pun.

Baca Juga: Cara Menanggapi Kritik di Media Sosial agar Kepercayaan Pelanggan Tetap Terjaga

Dampaknya bukan hanya berupa kerusakan harta benda atau korban jiwa, tetapi juga mengganggu pelayanan publik, sistem pemerintahan, transportasi, pendidikan, komunikasi, listrik, hingga layanan kesehatan.

Dalam kondisi seperti itu, masyarakat membutuhkan dukungan, termasuk melalui ruang digital.

Utamakan Empati dalam Berkomentar

Saat melihat kabar bencana di media sosial, respons pertama yang perlu dikedepankan adalah empati.

Baca Juga: Bahasa yang Tepat Menentukan Profesionalisme Penyedia Jasa di Media Sosial

Komentar yang menunjukkan belasungkawa, doa, harapan agar korban segera pulih, maupun dukungan moral dinilai jauh lebih bermanfaat dibandingkan komentar yang berpotensi menimbulkan perdebatan.

Sebaliknya, komentar yang tidak tepat justru dapat memperbesar beban psikologis korban dan keluarganya.

Media Sosial Bisa Menjadi Ruang Dukungan

Selain menjadi sumber informasi, media sosial juga dapat menjadi sarana untuk saling menguatkan.

Komentar positif membantu korban merasa tidak menghadapi musibah sendirian.

Baca Juga: Unggahan Jerome Polin dan Nana Mirdad Jadi Sorotan Media Sosial

Karena itu, setiap pengguna media sosial diharapkan lebih berhati-hati sebelum mengunggah komentar agar ruang digital tetap menjadi tempat yang aman dan suportif bagi masyarakat yang sedang tertimpa bencana. (*)

Editor : Chairunnisya
komentar bijak etika media sosial Korban Bencana empati bencana