PONTIANAK POST - Bencana sering kali memicu arus informasi yang sangat cepat di media sosial.
Di tengah derasnya kabar yang beredar, masyarakat perlu lebih berhati-hati sebelum memberikan komentar maupun membagikan informasi kepada orang lain.
Dilansir dari Jawapos, menurut Dosen Sosiologi Universitas Airlangga sekaligus pengampu mata kuliah Sosiologi Kebencanaan, Prof. Dr. Septi Ariadi MA, sikap bijak di ruang digital sangat diperlukan agar tidak memperburuk kondisi korban maupun situasi yang sedang berlangsung.
Baca Juga: Cara Bijak Berkomentar di Media Sosial Ketika Terjadi Bencana atau Musibah
Hindari Menyalahkan Korban
Salah satu etika penting ketika merespons bencana adalah tidak menyudutkan atau menyalahkan korban.
Komentar yang menyalahkan justru dapat memperburuk kondisi sosial maupun psikologis mereka.
Alih-alih menghakimi, masyarakat dianjurkan memberikan dukungan dan penguatan, baik secara sosial, ekonomi, maupun psikologis.
Dengan begitu, media sosial dapat menjadi ruang yang menghadirkan semangat saling membantu, bukan memperbesar penderitaan korban.
Pastikan Informasi Sudah Terverifikasi
Selain berhati-hati dalam berkomentar, pengguna media sosial juga perlu memastikan setiap informasi yang dibagikan telah melalui proses verifikasi.
Sebelum mengunggah atau meneruskan informasi terkait bencana, penting memastikan akurasi data serta sumber informasi yang digunakan benar-benar dapat dipercaya.
Langkah sederhana tersebut dapat membantu mencegah penyebaran informasi palsu atau hoaks yang berpotensi menimbulkan kepanikan dan memperumit penanganan bencana.
Bijak Menggunakan Media Sosial
Media sosial memiliki peran besar dalam menyebarkan informasi dengan cepat. Namun, kecepatan tersebut harus diimbangi dengan tanggung jawab.
Berkomentar secara bijak, tidak menyalahkan korban, serta hanya membagikan informasi yang telah terverifikasi menjadi bentuk kepedulian terhadap masyarakat yang sedang menghadapi musibah sekaligus membantu menjaga ruang digital tetap sehat dan bermanfaat. (*)
Editor : Chairunnisya