Empat Jenis Sukulen di Rumah, Begini Cara Merawatnya agar Tahan Lama

Chairunnisya • Dipublikasikan Sabtu, 15 Agustus 2026 | 16:21 WIB
Qodia memakai media tanam khusus agar sukulen tumbuh baik. (DOK JAWAPOS)
Qodia memakai media tanam khusus agar sukulen tumbuh baik. (DOK JAWAPOS)

PONTIANAK POST - Merawat sukulen di rumah bisa menjadi aktivitas sederhana bagi pencinta tanaman.

Selain mudah dikembangbiakkan, tanaman ini juga tidak membutuhkan penyiraman terlalu sering. Namun, pemilihan media tanam dan pencahayaan tetap perlu diperhatikan agar sukulen tumbuh sehat.

Dilansir dari Jawapos, Qodia Rohmawati, kreator akun @kebunorganikuuh, turut mengembangbiakkan sukulen di rumah.

Baca Juga: Tiga Cara Memperbanyak Sukulen di Rumah, Pemula Bisa Mencobanya

Dia memilih cara sederhana dengan memisahkan anakan yang tumbuh di sekitar tanaman induk.

Pisahkan Anakan ke Pot Baru

Qodia mengatakan, anakan sukulen yang tumbuh di sekitar tanaman induk dapat dipisahkan untuk ditanam di pot baru.

’’Iya, kalau ada anaknya, saya pisahkan ke pot baru,’’ ujarnya.

Baca Juga: Jangan Terburu-buru Menyiram, Ini Perawatan Sukulen Setelah Ditanam

Saat ini, Qodia memiliki empat kelompok sukulen, yakni Kaktus, Haworthia, Aloe Vera, dan Sedum. Menurutnya, merawat sukulen memiliki tantangan tersendiri, terutama dalam memilih media tanam.

Sebagai tanaman yang tahan kering, sukulen membutuhkan media tanam yang porous agar air tidak menggenang. Genangan air dapat memicu pembusukan pada akar.

’’Sebagai tanaman yang tahan kering, sukulen membutuhkan media yang porous agar air tidak menggenang yang memicu akar membusuk,’’ tuturnya.

Baca Juga: Mengenal Daun Ungu, Tanaman Herbal Nusantara yang Terus Menarik Perhatian Peneliti

Untuk mengurangi risiko kesalahan dalam perawatan, Qodia biasanya menggunakan media tanam khusus sukulen yang sudah jadi.

Siram Saat Media Benar-Benar Kering

Penyiraman menjadi bagian lain yang perlu dilakukan secara hati-hati. Qodia menyarankan agar sukulen disiram ketika media tanam benar-benar kering.

Frekuensi penyiraman berada di kisaran satu hingga tiga minggu sekali. Namun, waktu tersebut tetap bergantung pada kelembapan ruangan dan kondisi cuaca.

Baca Juga: Tiga Jenis Lohansung Favorit Penghobi Tanaman Hias Menurut Samuel Hendyanto

Artinya, penyiraman tidak perlu dilakukan terlalu sering. Kondisi media tanam menjadi salah satu hal yang perlu diperhatikan sebelum memberikan air.

Sukulen Tetap Butuh Cahaya Matahari

Meski dapat ditempatkan di dalam ruangan, sukulen tetap membutuhkan cahaya matahari. Qodia menyebut paparan cahaya menjadi bagian penting dalam perawatan tanaman tersebut.

’’Idealnya sekitar empat jam sehari, atau optimalnya enam jam. Sinar matahari pagi sangat bagus untuk sukulen,’’ ungkapnya.

Baca Juga: Rahasia Tanaman Tetap Sehat Ternyata Ada pada Sistem Drainase Pot

Karena itu, penempatan sukulen di dalam rumah tetap perlu mempertimbangkan akses terhadap cahaya matahari.

Cara Mengatasi Busuk Akar

Busuk akar menjadi salah satu masalah yang perlu diwaspadai saat merawat sukulen. Qodia memiliki cara tersendiri untuk menangani kondisi tersebut.

Jika menemukan akar yang rusak, dia akan memotong bagian tersebut terlebih dahulu. Setelah itu, akar direndam dalam cairan antijamur.

Baca Juga: Tren Pot Unik Bikin Tanaman Lama Tampil Baru dan Lebih Menarik

Luka kemudian dikeringkan sebelum tanaman ditanam kembali. Media tanam yang digunakan harus baru, porous, dan bebas jamur.

Perawatan tersebut menjadi bagian penting agar sukulen dapat kembali ditanam dalam kondisi media yang mendukung pertumbuhannya. (*)

 

Editor : Chairunnisya
anakan sukulen merawat sukulen media tanam sukulen penyiraman sukulen busuk akar sukulen