PONTIANAK POST - Kepe Monyong atau copperband butterflyfish (Chelmon rostratus) memiliki tubuh pipih dengan perpaduan warna putih dan garis-garis kuning keemasan.
Ketika berenang di antara karang, penampilannya terlihat elegan dan mudah mencuri perhatian.
Ciri lain yang menonjol adalah bentuk mulutnya yang panjang menyerupai paruh. Bentuk tersebut membantunya menjangkau makanan yang berada di celah-celah sempit terumbu karang.
Baca Juga: Cara Merawat Ikan Genghis Khan Agar Tetap Sehat dan Tidak Mudah Stres
Saat dewasa, Kepe Monyong dapat tumbuh hingga sebesar telapak tangan orang dewasa. Ukuran tersebut membuatnya menjadi salah satu ikan yang menarik bagi penghobi akuarium laut.
Menurut penghobi ikan hias laut Stevanus Sugiarto, ikan ini juga memiliki fungsi ekologis di dalam akuarium.
’’Kepe Monyong memiliki peran sebagai pemakan hama alami. Mulutnya yang panjang mampu menjangkau dan memakan Aiptasia, sejenis anemon parasit atau hama kecil yang sering merusak ekosistem terumbu karang di akuarium laut,’’ jelasnya, dikutip dari Jawapos.
Baca Juga: Tapah Short Body Langka Kini Menjadi Buruan Kolektor Ikan Hias Indonesia
Kemampuannya memangsa Aiptasia tanpa merusak karang maupun penghuni akuarium lain membuat Kepe Monyong dikenal sebagai ’’pahlawan alami’’ oleh penghobi akuarium laut. (*)
Editor : Chairunnisya