Kebiasaan Naik Tangga dan Risiko Penyakit Jantung, Simak Penjelasan untuk Kesehatan

Rafael B. Junior • Dipublikasikan Selasa, 18 Agustus 2026 | 16:06 WIB
Ilustrasi orang yang sedang menaiki tangga. (Freepik)
Ilustrasi orang yang sedang menaiki tangga. (Freepik)

PONTIANAK POST – Aktivitas sederhana seperti menaiki tangga dapat menjadi bagian dari aktivitas fisik sehari-hari yang berkaitan dengan kesehatan kardiovaskular. Aktivitas tersebut membantu meningkatkan pengeluaran energi dan kapasitas fungsional tubuh.

Pedoman American Heart Association (AHA) dan American College of Cardiology (ACC) menyebut aktivitas dengan intensitas lebih rendah, termasuk menaiki tangga, dapat meningkatkan pengeluaran energi, kapasitas fungsional, serta profil risiko kardiometabolik, terutama pada orang yang sebelumnya jarang berolahraga.

Aktivitas fisik yang dilakukan dalam rutinitas sehari-hari juga mendapat perhatian dalam penelitian mengenai pencegahan penyakit kardiovaskular. Tinjauan yang diterbitkan pada Reviews in Cardiovascular Medicine menyebut aktivitas fisik yang muncul secara alami dalam kegiatan harian berpotensi menjadi strategi untuk membantu menurunkan risiko penyakit kardiovaskular.

Baca Juga: 7 Makanan untuk Usia 50 Tahun ke Atas, Bantu Jaga Otot, Jantung, dan Pencernaan

Penyakit kardiovaskular, termasuk penyakit jantung iskemik dan stroke, masih menjadi salah satu penyebab utama kematian secara global. Karena itu, aktivitas fisik yang dapat dilakukan dalam rutinitas sehari-hari menjadi salah satu aspek yang mendapat perhatian dalam upaya menjaga kesehatan jantung.

Menaiki tangga juga dapat menjadi alternatif aktivitas bagi orang yang belum memiliki rutinitas olahraga teratur. Dibandingkan aktivitas yang sepenuhnya pasif, kegiatan tersebut membuat tubuh mengeluarkan energi dan bekerja lebih aktif.

Namun, kemampuan menaiki tangga juga dapat menjadi salah satu tanda yang perlu diperhatikan apabila seseorang mengalami perubahan kemampuan fisik. Penurunan toleransi terhadap aktivitas, sesak napas ketika menaiki tangga, kelelahan yang tidak biasa, atau kemampuan pulih yang semakin buruk setelah aktivitas termasuk tanda yang dapat berkaitan dengan kondisi kardiovaskular dan perlu diperhatikan.

Karena itu, aktivitas fisik sehari-hari seperti berjalan dan menaiki tangga dapat menjadi bagian dari gaya hidup aktif. Bagi orang yang sebelumnya jarang bergerak, peningkatan aktivitas secara bertahap dapat membantu meningkatkan kapasitas fungsional dan mengurangi waktu yang dihabiskan dalam kondisi tidak aktif.

Meski demikian, kemampuan setiap orang berbeda. Seseorang yang mengalami sesak napas, nyeri dada, pusing, atau penurunan kemampuan beraktivitas secara nyata sebaiknya tidak memaksakan diri dan perlu mendapatkan penilaian medis. (*)

Editor : Rafael B. Junior
naik tangga kesehatan jantung aktivitas fisik penyakit jantung risiko stroke