PONTIANAK POST - Kakatua molukan (Cacatua moluccensis) bukan sekadar burung dengan bulu putih dan jambul merah yang mencolok.
Burung paruh bengkok endemik Indonesia ini juga memiliki karakter ekspresif dan gemar berinteraksi dengan manusia.
Salah satu perilaku yang paling menarik perhatian adalah ketika kakatua molukan memekarkan bulu di seluruh tubuhnya.
Baca Juga: Penyelundup Kakatua Dituntut Tiga Tahun Penjara
Jambulnya berdiri tegak, kepalanya digelengkan ke kanan dan kiri, bahkan terkadang disertai gerakan membungkuk sambil mengeluarkan siulan atau pekikan.
Dilansir dari Jawapos, owner Kibar Burung Indonesia Andik Lalang mengatakan, perilaku tersebut dapat menjadi tanda burung sedang merasa nyaman dan bahagia.
Mekrok Tak Selalu Tanda Terancam
Menurut Lalang, penampilan kakatua molukan ketika memekarkan bulu sekilas menyerupai sosok barong.
Namun, perilaku tersebut tidak selalu muncul karena burung merasa terganggu.
’’Gaya mekrok ini tidak cuma muncul saat dia merasa terganggu atau defensif, tetapi juga saat kondisi hatinya sedang sangat happy dan nyaman,’’ ujarnya.
Ketika suasana hatinya baik, kakatua molukan juga dapat memperlihatkan gerakan kepala meliuk ke kanan dan kiri seperti sedang menari.
Karakter ekspresif tersebut bahkan mulai terlihat sejak burung berusia sekitar satu bulan.
Seiring pertambahan usia, warna merah muda pada tubuhnya semakin pekat. Jambul merah marun yang menjadi ciri khasnya juga semakin mencolok.
Interaksi Jadi Bagian Penting
Baca Juga: Budaya Dayak dan Burung Enggang Angkat Nama Kalimantan di Festival Internasional Kolombia
Agar karakter aktif dan ceria tetap terjaga, Lalang menekankan pentingnya interaksi setiap hari.
Pemilik dapat mengajak burung bermain dan berkomunikasi, termasuk ketika memberikan makan.
’’Interaksi yang penting, ya ajak bermain, terutama saat momen kasih makan,’’ jelasnya.
Baca Juga: Burung Parrot Kehilangan Nafsu Makan? Kenali Gejala Sakit Sejak Awal
Dengan interaksi yang dilakukan secara rutin, karakter atraktif kakatua molukan dapat tetap terjaga. (*)
Editor : Chairunnisya