PONTIANAK POST - Tanaman paku-pakuan bisa menjadi pilihan menarik untuk menghadirkan nuansa hijau di rumah.
Bentuk daunnya yang beragam membuat tanaman ini memiliki karakter visual kuat sekaligus menghadirkan kesan hutan tropis dalam skala kecil.
Owner Folia.houseplant, Luqman Tifa, mengatakan paku-pakuan memiliki nilai estetika tinggi karena bentuk daunnya sangat beragam, mulai dari daun menjuntai hingga menyerupai tanduk rusa.
Baca Juga: Mengenal Daun Ungu, Tanaman Herbal Nusantara yang Terus Menarik Perhatian Peneliti
’’Paku-pakuan menarik karena bentuk daunnya sangat bervariasi, estetikanya tinggi, dan kehadirannya langsung bisa menghadirkan suasana atau kesan hutan tropis di sekitar rumah,’’ ujar Luqman, dilansir dari Jawapos.
Pilihan Paku-Pakuan untuk Pemula
Bagi yang baru ingin mengoleksi tanaman paku-pakuan, Luqman merekomendasikan beberapa jenis, seperti tanduk rusa (Platycerium), pakis sarang burung atau kadaka (Asplenium), pakis Boston (Boston fern), suplir (Adiantum), serta pakis ekor tupai (Huperzia).
Baca Juga: Tiga Jenis Lohansung Favorit Penghobi Tanaman Hias Menurut Samuel Hendyanto
Jenis-jenis tersebut dapat menjadi pilihan untuk mulai mengenal karakter tanaman paku-pakuan sebelum menambah koleksi lainnya.
Tidak Harus Diletakkan di Tempat Gelap
Meski identik dengan area teduh, paku-pakuan bukan berarti harus ditempatkan di ruangan yang minim cahaya.
Menurut Luqman, kondisi ideal justru mendekati habitat alaminya, yakni lembap, terang, dan memiliki sirkulasi udara yang baik.
’’Paku-pakuan butuh kondisi sedekat mungkin dengan suasana hutan yang lembap, terang, dan sirkulasi udara baik,’’ kata Luqman.
Baca Juga: Rahasia Tanaman Tetap Sehat Ternyata Ada pada Sistem Drainase Pot
Di rumah, tanaman dapat ditempatkan di halaman yang berada di bawah naungan pohon atau pada tembok di sisi rumah yang tidak terkena cahaya matahari langsung sepanjang hari.
Jika area rumah terlalu terik, tanaman dapat diberi perlindungan tambahan menggunakan paranet.
’’Bisa menggunakan paranet dengan tingkat kerapatan sekitar 50-60 persen untuk mengurangi intensitas cahaya matahari yang mengenai tanaman secara langsung,’’ pungkasnya. (*)
Editor : Chairunnisya