PONTIANAK POST - Menjaga paku-pakuan tetap segar tidak cukup hanya dengan menyiramnya secara rutin.
Kelembapan, kondisi cuaca, paparan cahaya, dan karakter media tanam perlu diperhatikan agar tanaman dapat tumbuh dengan baik.
Dilansir dari Jawapos, owner Folia.houseplant Luqman Tifa mengatakan frekuensi penyiraman paku-pakuan tidak bisa disamaratakan karena kondisi setiap tanaman dapat berbeda.
Baca Juga: Paku-Pakuan Bisa Bikin Rumah Bernuansa Hutan Tropis, Begini Cara Merawatnya
Jaga Kelembapan Media Tanam
Menurut Luqman, prinsip utama dalam perawatan paku-pakuan adalah menjaga kelembapan.
Jika tanaman berada di bawah naungan pohon atau paranet, penyiraman dapat dilakukan secara intensif hingga mencapai dasar media tanam.
’’Prinsipnya, jaga kelembapan. Di bawah naungan pohon atau paranet, cukup disiram intensif hingga ke dasar media tanam sekitar dua kali seminggu,’’ jelasnya.
Baca Juga: Sirkulasi Udara Kandang Nyaman, Burung Kakatua Molukan Bisa Berumur Sekitar 80 Tahun
Saat cuaca lebih panas dan kelembapan udara menurun, frekuensi penyiraman dapat ditingkatkan sesuai kondisi tanaman.
Artinya, penyiraman tidak harus mengikuti jadwal yang kaku. Kondisi lingkungan dan tanaman tetap menjadi pertimbangan utama.
Gunakan Media yang Porous
Pemilihan media tanam juga menjadi bagian penting. Banyak jenis paku-pakuan merupakan tanaman epifit yang secara alami tumbuh menempel pada batang atau bagian tanaman lain.
Baca Juga: Mengenal Daun Ungu, Tanaman Herbal Nusantara yang Terus Menarik Perhatian Peneliti
Karena itu, media tanam yang digunakan sebaiknya porous, tidak terlalu lama menahan air, tetapi tetap mampu menjaga kelembapan.
’’Media tanam dapat menggunakan campuran cacahan kayu pakis, cocopeat, dan arang. Lumut atau moss juga dapat digunakan sebagai alternatif. Media yang menahan air lama seperti tanah agak kurang karena akan mempercepat pembusukan akar,’’ ungkap Luqman.
Dengan media yang sesuai, kelembapan dapat tetap terjaga tanpa membuat air terlalu lama menggenang di sekitar akar. (*)
Editor : Chairunnisya