PONTIANAK POST - Daun paku-pakuan yang menguning atau mengering tidak selalu menjadi tanda tanaman sedang sakit.
Kondisi tersebut bisa merupakan bagian alami dari siklus daun, tetapi perubahan pada daun muda perlu mendapat perhatian lebih.
Owner Folia.houseplant Luqman Tifa mengatakan daun yang sudah tua memang dapat mengalami perubahan warna sebelum akhirnya mengering.
Baca Juga: Jangan Asal Menyiram, Ini Cara Menjaga Kelembapan Tanaman Paku-Pakuan
Daun Tua Menguning Bisa Alami
Menurut Luqman, perubahan warna pada daun yang sudah berusia tua merupakan kondisi yang umum terjadi.
’’Daun menguning atau mengering pada paku umumnya karena alami, karena usia daun,’’ kata Luqman, dikutip dari Jawapos.
Namun, kondisi berbeda perlu diperhatikan apabila daun yang menguning atau mengering masih berusia muda.
Baca Juga: Paku-Pakuan Bisa Bikin Rumah Bernuansa Hutan Tropis, Begini Cara Merawatnya
Salah satu penyebabnya dapat berkaitan dengan kelembapan yang kurang.
Untuk membantu menjaga kelembapan di sekitar tanaman, pemilik dapat memperbaiki pola penyiraman dan menggunakan teknik misting atau pengabutan.
’’Karena itu, selain memperbaiki pola penyiraman, pemilik tanaman dapat menggunakan teknik misting atau pengabutan untuk membantu menjaga kelembapan di sekitar tanaman,’’ paparnya.
Baca Juga: Tiga Jenis Lohansung Favorit Penghobi Tanaman Hias Menurut Samuel Hendyanto
Pupuk Bukan Kebutuhan Utama
Selain menjaga kelembapan, pemupukan juga tidak perlu dilakukan secara berlebihan.
Luqman menyebut tanaman paku-pakuan tidak terlalu membutuhkan pupuk.
Di Folia.houseplant, pemupukan bahkan jarang dilakukan. Namun, jika ingin memberikan nutrisi tambahan, pemilik dapat menggunakan pupuk cair organik dengan frekuensi tertentu.
’’Pupuk cair organik bisa menjadi pilihan dengan frekuensi sekitar satu hingga dua kali dalam sebulan. Pemberian pupuk disesuaikan dengan kondisi tanaman dan tidak berlebihan,’’ ucap Luqman.
Baca Juga: Lohansung Kian Populer sebagai Tanaman Hias Estetik untuk Mempercantik Halaman Rumah
Cocok untuk Lahan Terbatas
Keterbatasan lahan juga bukan alasan untuk menghindari tanaman paku-pakuan.
Karakternya sebagai tanaman epifit justru membuat tanaman ini dapat dikembangkan secara vertikal.
Paku-pakuan dapat ditempelkan pada tembok menggunakan media seperti kayu atau pakis sehingga tidak banyak menggunakan area lantai.
Baca Juga: Rahasia Tanaman Tetap Sehat Ternyata Ada pada Sistem Drainase Pot
’’Paku-pakuan justru cocok sekali untuk lahan terbatas karena di habitatnya hidup menempel di batang pohon lain,’’ lanjutnya.
Cara tersebut memungkinkan paku-pakuan tetap menjadi elemen hijau di rumah tanpa membutuhkan banyak ruang di permukaan lantai. (*)
Editor : Chairunnisya