PONTIANAK POST - Keindahan keranjang Bali perlu diimbangi dengan ketelitian dalam perawatan.
Meski dapat tumbuh hingga ukuran sekitar 40 sentimeter dan dikenal sebagai ikan yang suka berenang bebas, sailfin tang cukup sensitif terhadap perubahan lingkungan.
Dikutip dari Jawapos, penghobi dan kolektor ikan hias laut Stevanus Sugiarto mengatakan, kestabilan kualitas air menjadi salah satu perhatian utama ketika memelihara ikan ini.
Baca Juga: Bukan Sekadar Cantik, Ikan Keranjang Bali Punya Peran sebagai Pemakan Alga
Sensitif terhadap Perubahan pH
Salah satu tantangan dalam pemeliharaan keranjang Bali adalah menjaga kadar pH tetap stabil. Ikan ini rentan terhadap perubahan pH secara mendadak.
Karena itu, memasukkan sailfin tang ke dalam akuarium baru dengan ekosistem yang belum matang perlu dihindari.
’’Memasukan ke akuarium baru dengan ekosistem atau siklus biologisnya belum matang sempurna dapat berdampak fatal terhadap kesehatannya,’’ paparnya.
Baca Juga: Sailfin Tang atau Keranjang Bali, Ikan Laut dengan Pesona Gerakan Memukau
Kondisi tersebut membuat konsistensi dalam menjaga parameter air menjadi bagian penting dalam pemeliharaan keranjang Bali.
Akuarium Perlu Lapang
Selain parameter air, ukuran akuarium juga perlu diperhatikan.
Keranjang Bali merupakan ikan yang suka berenang bebas sehingga membutuhkan ruang yang cukup untuk bergerak.
Baca Juga: Tapah Short Body Langka Kini Menjadi Buruan Kolektor Ikan Hias Indonesia
Dengan akuarium yang lapang dan kondisi air yang terjaga, ikan dapat tumbuh maksimal sekaligus menampilkan warna serta gerakan siripnya secara optimal.
Pada akhirnya, memelihara keranjang Bali bukan hanya soal menghadirkan ikan eksotis ke dalam akuarium.
Penghobi juga perlu memperhatikan kestabilan lingkungan agar ikan dapat menunjukkan karakter dan keindahannya. (*)
Editor : Chairunnisya