PONTIANAK POST - Agastache merupakan kelompok tanaman berbunga yang dikenal karena dedaunannya yang aromatik serta bunga berbentuk bulir. Tanaman ini memiliki sejumlah nama umum, antara lain anise hyssop, giant hyssop, dan Korean mint.
Menurut Royal Horticultural Society (RHS), Agastache dapat memberikan warna pada taman mulai pertengahan musim panas hingga musim gugur. Tanaman ini juga dapat dipadukan dengan tanaman tahunan yang berbunga belakangan, rumput hias, dan dahlia.
Bunga Berbentuk Bulir
Agastache umumnya merupakan tanaman herba tahunan dengan pertumbuhan tegak. Jenis yang tumbuh tinggi biasanya memiliki bunga berbentuk bulir dengan warna violet-biru pekat.
Baca Juga: Tiga Jenis Lohansung Favorit Penghobi Tanaman Hias Menurut Samuel Hendyanto
Sementara jenis yang lebih rentan terhadap kondisi dingin dan memiliki pangkal berkayu sering ditanam sebagai tanaman semusim. Jenis tersebut dapat menghasilkan bunga dengan warna yang lebih hangat, termasuk nuansa aprikot.
Daunnya umumnya beraroma dan memiliki warna hijau, hijau keabu-abuan, atau sedikit bernuansa perunggu.
Sangat Disukai Lebah
Salah satu keunggulan Agastache adalah kemampuannya menarik serangga penyerbuk.
Baca Juga: Lohansung Kian Populer sebagai Tanaman Hias Estetik untuk Mempercantik Halaman Rumah
RHS menyebut Agastache sebagai salah satu tanaman yang sangat baik untuk menarik lebah ke taman. Karena itu, tanaman ini dapat menjadi pilihan bagi penghobi berkebun yang ingin menciptakan lingkungan yang lebih ramah bagi penyerbuk.
Sejumlah varietas Agastache bahkan masuk dalam kategori Plants for Pollinators yang ditampilkan RHS, termasuk Agastache 'Blue Boa', 'Firebird', 'Blackadder', 'Summer Glow', dan 'Tangerine Dreams'.
Suka Sinar Matahari
Agastache menyukai lokasi dengan sinar matahari penuh dan tanah subur yang memiliki drainase baik.
Baca Juga: Aroma Bunga Ternyata Memengaruhi Otak dan Membantu Meredakan Rasa Lelah
Sebaliknya, tanaman ini tidak menyukai tanah yang terlalu basah. RHS memperingatkan bahwa Agastache dapat membusuk jika ditanam pada kondisi tanah yang tergenang atau terlalu lembap.
Untuk mendapatkan pembungaan terbaik, Agastache juga sebaiknya tidak ditempatkan di area teduh.
Tidak Semua Jenis Tahan Dingin
Ketahanan terhadap suhu dingin berbeda-beda di antara jenis Agastache.
RHS mencatat beberapa jenis yang memiliki struktur berkayu lebih rentan terhadap embun beku berat. Karena itu, jenis tersebut kerap ditanam sebagai tanaman semusim di kondisi yang tidak sesuai untuk pertumbuhan jangka panjang.
Baca Juga: Bukan Sekadar Hiasan! Ini 10 Tanaman Istimewa Pembawa Keberuntungan dan Penyaring Udara
Sementara itu, Agastache foeniculum atau anise hyssop merupakan tanaman herba tahunan yang tumbuh tegak dan memiliki daun sangat aromatik dengan aroma khas seperti adas manis. Bunganya berwarna violet-biru dan muncul pada musim panas.
Bisa Tumbuh hingga 1 Meter
Beberapa varietas Agastache memiliki tinggi sekitar 0,5 hingga 1 meter, dengan lebar sekitar 0,1 hingga 0,5 meter. Ukuran tersebut antara lain tercatat pada Agastache 'Blue Fortune', 'Blue Boa', 'Firebird', 'Blackadder', 'Summer Glow', 'Tangerine Dreams', dan Agastache foeniculum.
Baca Juga: Mengenal Daun Ungu, Tanaman Herbal Nusantara yang Terus Menarik Perhatian Peneliti
Karakter pertumbuhannya yang tegak membuat Agastache cocok ditempatkan sebagai tanaman penghias perbatasan taman.
Pilihan Varietas Beragam
RHS menampilkan sejumlah varietas dan jenis Agastache, termasuk 'Blue Fortune', 'Blue Boa', 'Red Fortune', 'Blackadder', 'Firebird', 'Summer Glow', 'Tangerine Dreams', dan 'Tango'.
Agastache 'Blue Fortune' mendapatkan Award of Garden Merit dari RHS dan juga tercatat dalam kategori Plants for Pollinators.
Baca Juga: Jangan Asal Menyiram, Ini Cara Menjaga Kelembapan Tanaman Paku-Pakuan
Dengan bunga yang menarik, dedaunan aromatik, kebutuhan sinar matahari penuh, serta kemampuannya menarik lebah, Agastache dapat menjadi pilihan bagi taman yang ingin menggabungkan nilai estetika dan manfaat bagi penyerbuk. (*)
Editor : Chairunnisya