Cara Menanam Kelengkeng Kohala, Varietas Unggul yang Cocok untuk Kebun Rumah

Chairunnisya • Dipublikasikan Jumat, 21 Agustus 2026 | 15:42 WIB
Pohon kelengkeng memiliki daun hijau mengilap dan menghasilkan buah manis dalam kelompok dengan kulit cokelat tipis. (WIKIPEDIA)
Pohon kelengkeng memiliki daun hijau mengilap dan menghasilkan buah manis dalam kelompok dengan kulit cokelat tipis. (WIKIPEDIA)

PONTIANAK POST - Kelengkeng atau longan menjadi salah satu tanaman buah tropis yang menarik dikembangkan di kebun rumah.

Selain menghasilkan buah manis dan berair, pohon kelengkeng juga memiliki nilai estetika karena daunnya yang rimbun dan hijau sepanjang tahun.

University of Florida Institute of Food and Agricultural Sciences (UF/IFAS) menyebut kelengkeng (Dimocarpus longan) merupakan kerabat dekat leci.

Baca Juga: Tips Menanam Pohon Buah Produktif di Wadah Pot

Buahnya tumbuh dalam tandan, memiliki kulit cokelat muda, daging buah bening, serta satu biji berwarna cokelat di bagian tengah.

Tanaman asal Asia ini telah dibudidayakan di berbagai wilayah tropis dan subtropis. Di Amerika Serikat, kelengkeng ditanam terutama di Hawaii, California, dan Florida Selatan. Varietas Kohala menjadi salah satu jenis yang paling banyak ditanam di Florida.

Pohon Kelengkeng Bisa Tumbuh Hingga 12 Meter

Kelengkeng merupakan pohon hijau sepanjang tahun (evergreen) dengan tajuk lebat dan batang berkayu. Dalam kondisi optimal, pohon ini dapat tumbuh tinggi hingga sekitar 30–40 kaki atau 9–12 meter.

Baca Juga: 10 Tanaman Buah yang Bisa Tumbuh di Pot, Cocok untuk Lahan Sempit

Namun, untuk kebun rumah, ukuran pohon sebaiknya dikendalikan melalui pemangkasan. Disarankan pohon dipertahankan pada tinggi sekitar 10–15 kaki agar lebih mudah dirawat dan buah lebih mudah dipanen.

Selain menghasilkan buah, kelengkeng juga dapat berfungsi sebagai tanaman peneduh karena memiliki tajuk yang menarik.

Pilih Lokasi dengan Matahari Penuh

Salah satu faktor penting keberhasilan menanam kelengkeng adalah pemilihan lokasi.

Baca Juga: Berkebun di Rooftop Lebih Mudah dengan Tanaman Buah Tin

Kelengkeng sebaiknya ditanam di area yang mendapatkan sinar matahari penuh agar pertumbuhan dan produksi buah maksimal. Tanaman ini juga membutuhkan lokasi dengan tanah yang memiliki drainase baik.

Kelengkeng tidak tahan terhadap kondisi tanah yang terlalu basah atau tergenang. Genangan air yang berlangsung lama dapat menyebabkan gangguan pertumbuhan bahkan kematian tanaman muda.

Cocok di Tanah Berpasir dan Tidak Tergenang

Kelengkeng dapat tumbuh pada berbagai jenis tanah selama memiliki pembuangan air yang baik. Tanaman ini dapat berkembang pada tanah berpasir, lempung berpasir, maupun tanah berbatu berkapur yang memiliki drainase baik.

Untuk penanaman di halaman rumah, pohon kelengkeng sebaiknya diberi ruang cukup karena ukuran dewasa tanaman dapat berkembang besar. Jarak tanam yang dianjurkan sekitar 6,7–7,6 meter dari bangunan atau pohon lain.

Baca Juga: Cara Menjaga Tanaman Buah Tetap Subur di Rooftop

Mulai Berbuah 3–4 Tahun

Kelengkeng hasil perbanyakan vegetatif dapat mulai menghasilkan buah dalam waktu relatif lebih cepat dibandingkan tanaman dari biji. Pohon kelengkeng biasanya mulai berbuah sekitar 3–4 tahun setelah ditanam, terutama jika mendapatkan perawatan yang tepat.

Namun, produksi buah kelengkeng dapat dipengaruhi kondisi cuaca. Periode kering dan suhu tertentu membantu merangsang pembungaan.

Baca Juga: Cara Menyemai Curly Kale dan Mengatasi Hama Agar Tumbuh Sehat

Penyiraman Saat Berbunga dan Berbuah

Pada tahap awal pertumbuhan, pohon kelengkeng perlu mendapatkan penyiraman secara rutin agar akar berkembang dengan baik.

Setelah tanaman mulai menghasilkan buah, penyiraman terutama diperlukan ketika memasuki masa berbunga hingga panen. Meski cukup tahan terhadap kondisi kering setelah dewasa, kelengkeng tetap tidak menyukai tanah yang terus-menerus basah.

Pangkas Rutin agar Mudah Dipanen

Pemangkasan menjadi bagian penting dalam perawatan kelengkeng. Pemangkasan dilakukan dengan cara mengurangi beberapa cabang kecil dan sedang secara selektif setiap tahun.

Cara ini membantu meningkatkan sirkulasi udara, masuknya cahaya matahari, serta menjaga tinggi pohon tetap terkendali. Pohon yang terlalu tinggi akan menyulitkan proses perawatan dan pemanenan buah.

Baca Juga: Cuaca Panas Gagalkan Tanaman dan Tekan Produksi Buah Naga di Sambas

Buah Kelengkeng Siap Panen Juli hingga September

Di Florida Selatan, musim panen kelengkeng berlangsung sekitar pertengahan Juli hingga awal September, dengan puncak panen pada Agustus.

Buah matang ditandai dengan perubahan kulit menjadi cokelat tua. Namun, indikator terbaik tingkat kematangan adalah rasa manis daging buah. Setelah dipetik, buah kelengkeng tidak akan mengalami peningkatan rasa manis.

Buah yang telah dipanen sebaiknya segera didinginkan. Penyimpanan dalam kantong plastik di lemari pendingin dapat mempertahankan kualitas buah sekitar lima hingga tujuh hari.

Varietas Kohala Banyak Dipilih

Kohala sebagai salah satu varietas kelengkeng yang paling banyak ditanam. Varietas ini dikenal menghasilkan buah dengan kualitas baik dan menjadi pilihan populer untuk lanskap rumah.

Selain dikonsumsi segar, buah kelengkeng juga dapat diawetkan melalui proses pembekuan, pengalengan, atau pengeringan. (*) 

Editor : Chairunnisya
kebun rumah tanaman kelengkeng cara menanam kelengkeng varietas Kohala Buah Tropis