PONTIANAK POST – Membersihkan kaca tanpa meninggalkan garis atau noda ternyata tidak selalu membutuhkan cairan pembersih khusus. Sabun cuci piring dapat digunakan untuk membersihkan permukaan kaca, asalkan takaran dan cara penggunaannya tepat.
The Spruce menyebut penggunaan sabun cuci piring yang terlalu banyak justru dapat meninggalkan residu dan membuat permukaan kaca bergaris. Ahli kebersihan Scott Schrader dan ahli kaca Wes True menyarankan hanya menggunakan satu atau dua tetes sabun cuci piring yang dicampurkan dengan air hangat.
Langkah Membersihkan Kaca
Langkah pertama adalah membuat larutan pembersih dengan menambahkan satu atau dua tetes sabun cuci piring ke dalam air hangat. Larutan tersebut dapat ditempatkan di dalam ember atau botol semprot.
Baca Juga: Jendela Rumah Kusam? Ini Cara Membersihkan Bagian Dalam Kaca agar Kembali Berkilau
Selanjutnya, basahi kain mikrofiber bersih dengan larutan tersebut. Kain kemudian digunakan untuk membersihkan seluruh permukaan kaca. Kain mikrofiber dipilih karena memiliki daya serap baik, tidak bersifat abrasif, serta tidak meninggalkan serat atau garis pada kaca.
Setelah kaca dibersihkan dengan larutan sabun, residu perlu dibilas menggunakan air. Untuk kaca berukuran kecil dan dapat dilepas, permukaannya bisa dibilas langsung di wastafel atau bak. Sementara kaca yang tidak dapat dilepas dapat dibersihkan menggunakan kain mikrofiber lain yang telah dibasahi air.
Tahap berikutnya adalah menggunakan squeegee. Alat tersebut ditarik secara konsisten dari bagian atas kaca menuju bawah dengan gerakan yang saling tumpang tindih. Cara tersebut membantu proses pengeringan lebih merata dan menghasilkan permukaan kaca yang jernih.
Kaca kemudian harus segera dikeringkan menggunakan kain mikrofiber bersih dan kering atau kain yang tidak meninggalkan serat. Pengeringan langsung membantu mencegah munculnya garis dan bercak air.
Baca Juga: 6 Tanda Ada Tikus di Kebun, Kenali Sebelum Tanaman dan Hasil Panen Rusak
Mengapa Kaca Bisa Bergaris?
Penggunaan sabun yang terlalu banyak menjadi salah satu penyebab utama munculnya garis pada kaca. Residu sabun yang tertinggal setelah proses pembersihan dapat mengering dan meninggalkan bekas.
Selain takaran sabun, alat pembersih yang tidak tepat dan kaca yang tidak segera dikeringkan juga dapat menyebabkan permukaan bergaris.
Waktu membersihkan kaca juga berpengaruh. Schrader menyarankan kaca dibersihkan ketika cuaca mendung atau saat permukaannya dalam kondisi sejuk. Paparan sinar matahari langsung dapat membuat kaca menjadi panas sehingga cairan pembersih mengering terlalu cepat dan akhirnya meninggalkan garis.
Baca Juga: Arti Simbol Segitiga pada Label Baju, Panduan Penting agar Pakaian Tak Cepat Rusak
Cuka Putih Bisa Jadi Alternatif
Selain sabun cuci piring, cuka putih suling dapat digunakan sebagai alternatif pembersih kaca. The Spruce menyarankan mencampurkan air dan cuka putih suling dalam perbandingan yang sama.
Larutan tersebut kemudian dapat disemprotkan ke kaca atau diaplikasikan menggunakan kain mikrofiber. Permukaan kaca dibersihkan dengan gerakan panjang dari satu sisi ke sisi lainnya, kemudian dilanjutkan dengan squeegee dari atas ke bawah. Setelah itu, kaca perlu segera dikeringkan menggunakan kain mikrofiber bersih dan kering.
Alkohol untuk Bekas Berminyak
Rubbing alcohol juga disebut dapat digunakan untuk membersihkan bekas sidik jari berminyak atau residu lengket pada kaca. Larutan dibuat dengan mencampurkan air suling dan rubbing alcohol dalam jumlah yang sama, kemudian ditambahkan satu sendok makan cuka putih suling.
Larutan tersebut dapat diaplikasikan menggunakan kain mikrofiber. Setelah kaca dibersihkan, squeegee digunakan dari atas ke bawah sebelum permukaan dikeringkan dengan kain mikrofiber.
Baca Juga: Feng Shui Taman Rumah: Hindari Bentuk Segitiga dan Perhatikan Letak Tanaman
Koran Juga Bisa Digunakan
Cara lain yang disebut The Spruce adalah menggunakan koran untuk memoles kaca. Koran disebut tidak meninggalkan serat seperti tisu dan memiliki tekstur yang sesuai untuk memoles permukaan kaca.
Koran hitam-putih dapat diremas menjadi bola, kemudian digunakan untuk mengelap permukaan kaca yang telah diberi cairan pembersih dengan gerakan panjang. Kertas koran lainnya dapat digunakan untuk memoles kembali permukaan hingga seluruh kelembapan dan garis hilang.
Dengan demikian, membersihkan kaca tanpa bekas garis dapat dilakukan menggunakan bahan sederhana di rumah. Namun, jumlah sabun, alat yang digunakan, waktu membersihkan, serta proses pengeringan menjadi faktor penting untuk mendapatkan permukaan kaca yang bersih dan jernih. (*)
Editor : Rafael B. Junior