PONTIANAK POST – Minum kopi sambil membaca di pagi hari disebut dapat menjadi kombinasi sederhana untuk membantu meningkatkan fokus sepanjang hari. Kafein memberikan dorongan kewaspadaan, sementara membaca mengarahkan perhatian pada satu aktivitas yang membutuhkan konsentrasi.
Menurut artikel Real Simple yang diterbitkan 17 Agustus 2026, kombinasi tersebut dinilai dapat membantu mengurangi rasa lelah dan brain fog, terutama ketika seseorang membutuhkan waktu lebih lama untuk benar-benar merasa siap beraktivitas setelah bangun tidur.
Ahli konselor profesional Rachel Lambert mengatakan kopi meningkatkan kewaspadaan dengan menghambat adenosine, zat kimia yang membuat seseorang mengantuk. Membaca kemudian memberikan arah yang produktif bagi peningkatan kewaspadaan tersebut.
Baca Juga: Sering Susah Tidur? Ini Waktu Terbaik Berhenti Minum Kafein Menurut Ahli
Kafein Membantu Meningkatkan Kewaspadaan
Kara Craddock, ahli diet terdaftar, menjelaskan bahwa kontribusi utama kafein adalah membantu seseorang merasa lebih terjaga sekaligus mempertahankan perhatian. Kondisi tersebut membuat kopi menjadi pendamping yang sesuai untuk aktivitas membaca yang membutuhkan konsentrasi.
Penelitian yang dikutip Real Simple menunjukkan kafein dapat meningkatkan kewaspadaan, waktu reaksi, dan perhatian berkelanjutan, terutama ketika seseorang perlu mempertahankan fokus pada suatu tugas.
Efek kafein juga tidak langsung hilang setelah secangkir kopi selesai diminum. Menurut Craddock, waktu paruh rata-rata kafein sekitar lima jam, meski durasinya dapat berbeda pada setiap orang.
Membaca Mengarahkan Perhatian
Berbeda dari kafein, membaca memberikan satu tujuan yang jelas bagi perhatian. Lambert mengatakan membaca di pagi hari memungkinkan seseorang mengendalikan fokus sebelum perhatian beralih kepada telepon, notifikasi, media sosial, atau berbagai gangguan lainnya.
Baca Juga: Sering Lelah Meski Cukup Tidur? Ini 7 Tanda Tubuh Kurang Sinar Matahari
Ketika membaca secara aktif, otak harus menyimpan konsep, menghubungkan berbagai gagasan, mengevaluasi informasi, dan membangun pemahaman yang lebih luas. Aktivitas tersebut membutuhkan proses berpikir aktif.
Lambert menyebut kebiasaan melakukan aktivitas berpikir seperti itu setiap hari dapat membantu meningkatkan kemampuan seseorang dalam mempertahankan fokus terhadap pikirannya dari waktu ke waktu.
Membaca Juga Dikaitkan dengan Manfaat Kognitif
Penelitian yang dikutip Real Simple menunjukkan membaca fiksi dapat memberikan manfaat kognitif kecil dalam jangka pendek. Analisis terhadap 70 eksperimen menemukan efek pada sejumlah aspek, termasuk kognisi sosial dan kemampuan verbal.
Baca Juga: Kenapa Kepala Selalu Sakit Setiap Kali Bangun Tidur di Pagi Hari? Ini 6 Penyebab Utamanya
Selain itu, membaca untuk kesenangan juga dikaitkan dengan tingkat tekanan psikologis yang lebih rendah. Salah satu penelitian terhadap mahasiswa menemukan orang yang lebih sering membaca untuk kesenangan melaporkan tingkat tekanan psikologis yang lebih rendah dari waktu ke waktu.
Namun, temuan tersebut tidak membuktikan bahwa membaca beberapa halaman di pagi hari otomatis membuat seseorang lebih tenang sepanjang hari. Real Simple menyebut hasil tersebut mendukung gagasan bahwa membaca dapat menjadi aktivitas yang lebih memulihkan dibandingkan langsung menggunakan ponsel setelah bangun.
Sebaiknya Tunggu Sekitar Satu Jam Setelah Bangun
Bagi yang ingin mencoba rutinitas tersebut, ahli menyarankan tidak langsung mengonsumsi kopi begitu membuka mata.
Craddock menjelaskan bahwa kadar kortisol, hormon yang juga berperan dalam membantu tubuh menjadi lebih waspada, biasanya mencapai puncak sekitar 30–60 menit setelah bangun.
Baca Juga: Rutin Jalan Kaki Punya Banyak Manfaat, dari Membakar Lemak hingga Menjaga Massa Otot
Karena peningkatan kortisol tersebut sudah membantu merangsang kewaspadaan secara alami, konsumsi kopi tepat setelah bangun dapat membuat stimulasi terasa berlebihan pada sebagian orang. Kondisi tersebut dapat memicu rasa gelisah tanpa memberikan manfaat tambahan yang berarti.
Craddock merekomendasikan menunggu sekitar satu jam setelah bangun sebelum mengonsumsi kafein. Membaca dapat dilakukan dalam rentang waktu tersebut untuk membantu mengaktifkan pikiran ketika efek kafein mulai bekerja.
Pilih Bacaan yang Bermakna
Jenis bacaan juga perlu diperhatikan. Lambert membedakan antara membaca secara aktif dan sekadar mengonsumsi informasi secara terus-menerus.
Bacaan yang bermakna membuat otak mempertahankan gagasan, menghubungkan informasi, mengajukan pertanyaan, serta membangun gambaran yang lebih besar. Karena itu, membaca buku atau materi yang benar-benar menarik perhatian dinilai lebih sesuai dibandingkan berpindah-pindah konten secara cepat di media sosial.
Tidak harus membaca dalam waktu lama. Real Simple menyebut membaca artikel pendek sambil menikmati kopi pagi juga dapat menjadi cara untuk membantu membangun fokus tanpa membuat rutinitas terasa seperti tugas tambahan.
Efek Kopi Bisa Berbeda pada Setiap Orang
Manfaat kombinasi kopi dan membaca juga tidak selalu terasa sama setiap pagi. Konsumsi kafein secara rutin dapat menyebabkan toleransi sehingga peningkatan fokus yang dirasakan seseorang mungkin tidak lagi sebesar sebelumnya.
Craddock menjelaskan sejumlah penelitian menemukan konsumsi kopi dalam jangka panjang dapat membuat efeknya terasa seperti mengembalikan tubuh ke kondisi normal, sementara penelitian lain menunjukkan dosis kafein yang sama masih dapat meningkatkan energi dan fokus.
Karena itu, rutinitas membaca sambil minum kopi tidak harus menghasilkan perubahan dramatis setiap hari. Bahkan ketika efek kafein berkurang akibat toleransi, aktivitas membaca tetap dapat membantu memulai hari dengan fokus yang lebih terarah.
Pada akhirnya, membaca sambil menikmati kopi dapat menjadi ritual pagi sederhana untuk mengarahkan perhatian sebelum seseorang terpapar notifikasi, media sosial, dan berbagai gangguan digital. (*)
Editor : Rafael B. Junior