PONTIANAK POST – Perbedaan cara pandang antargenerasi kembali menjadi sorotan. Generasi Z atau Gen Z disebut memiliki tingkat kesabaran yang berbeda terhadap sejumlah kebiasaan yang masih umum dilakukan generasi lebih tua.
Menurut artikel YourTango yang ditulis Luke Aliga dan diterbitkan pada 24 Agustus 2026, Gen Z tumbuh dalam lingkungan yang dekat dengan internet, telepon seluler, dan akses informasi cepat. Kondisi tersebut membuat mereka cenderung mengutamakan kemudahan dan hasil yang segera.
Perbedaan tersebut kemudian membuat sejumlah kebiasaan generasi lebih tua dinilai mengganggu atau sulit dipahami oleh Gen Z.
Baca Juga: Generasi Z Sulit Bertahan, atau Dunia Kerja yang Berubah?
Berikut tujuh kebiasaan yang menjadi sorotan:
1. Bertanya tentang Hal yang Mudah Dicari di Internet
Gen Z dikenal sebagai generasi yang tidak mengalami kehidupan tanpa internet. Mereka terbiasa mencari informasi melalui mesin pencari maupun teknologi kecerdasan buatan.
Karena itu, ketika generasi lebih tua menanyakan sesuatu yang sebenarnya dapat ditemukan dengan mudah secara daring, Gen Z disebut cenderung merasa kesal.
YourTango mencontohkan kebiasaan meminta petunjuk arah secara langsung atau bertanya kepada orang lain mengenai informasi yang sebenarnya tersedia secara online.
Baca Juga: Sering Loyo di Sore Hari? Ahli Gizi Sarankan Minum Teh Hitam, Ini Alasannya
2. Melakukan Basa-Basi yang Dianggap Tidak Perlu
Basa-basi juga disebut menjadi salah satu hal yang kurang disukai Gen Z.
Menurut artikel tersebut, Gen Z memang dapat mengalami kesulitan dalam percakapan ringan, baik di ruang publik maupun tempat kerja. Penggunaan telepon seluler dan internet sejak kecil disebut membuat komunikasi tatap muka menjadi lebih sulit bagi sebagian dari mereka.
Gen Z disebut tidak terlalu menyukai percakapan ringan yang dilakukan hanya untuk menjaga kesopanan. Berlama-lama setelah percakapan sebenarnya selesai atau menceritakan kisah yang tidak berkaitan hanya untuk mengisi keheningan juga dinilai dapat membuat mereka tidak nyaman.
Baca Juga: Rutin Jalan Kaki Punya Banyak Manfaat, dari Membakar Lemak hingga Menjaga Massa Otot
3. Menganggap Sesuatu Harus Dilakukan karena "Memang Begitu"
Kebiasaan menggunakan alasan bahwa sesuatu harus dilakukan karena "begitulah yang selalu dilakukan" juga disebut tidak cocok dengan pandangan Gen Z.
Artikel tersebut menggambarkan Gen Z sebagai generasi yang memiliki dorongan kuat untuk mengubah berbagai hal, termasuk di lingkungan kerja dan persoalan sosial.
Karena itu, ketika tradisi atau kebiasaan lama dipertahankan tanpa alasan lain selain karena sudah dilakukan selama bertahun-tahun, Gen Z disebut cenderung mempertanyakannya.
Baca Juga: Sering Dibuang Sembarangan, 9 Barang Ini Bisa Jadi Limbah Berbahaya
4. Mengeluhkan Orang Zaman Sekarang Terlalu Sensitif
Gen Z juga disebut tidak memiliki banyak toleransi terhadap keluhan mengenai masyarakat yang dianggap semakin sensitif.
Menurut YourTango, Gen Z lebih terbuka dalam menyoroti perilaku yang dinilai dapat merugikan kelompok tertentu. Mereka juga dianggap lebih bersedia mengubah bahasa maupun perilaku jika hal tersebut berpotensi menyakiti orang lain.
Karena itu, penggunaan bahasa atau tindakan yang dianggap menyinggung tidak serta-merta diterima hanya karena sudah digunakan selama bertahun-tahun.
5. Sulit Mengikuti Perubahan Zaman
Perubahan sosial yang berlangsung cepat juga menjadi salah satu perbedaan antargenerasi.
Gen Z yang terus terhubung dengan media sosial disebut terbiasa mengikuti perubahan dan menyesuaikan diri dengan kebutuhan orang lain. Sebaliknya, sebagian generasi lebih tua digambarkan lebih nyaman mempertahankan kebiasaan lama.
Artikel tersebut memberikan contoh mengenai penggunaan kata ganti yang sesuai dengan identitas seseorang dan respons terhadap berbagai persoalan sosial yang berkembang.
Ketika seseorang menolak beradaptasi dengan perubahan tersebut, Gen Z disebut cenderung sulit menerimanya.
6. Terlalu Mengikuti Aturan Sosial
Kebiasaan mengikuti aturan dan ekspektasi sosial tanpa mempertanyakannya juga disebut menjadi sumber ketidaksabaran Gen Z.
YourTango menyebut Gen Z tidak selalu menolak struktur dalam masyarakat. Namun, ketika aturan sosial mulai membatasi pilihan pribadi dan ekspresi kreatif, generasi ini disebut cenderung menolaknya.
Gen Z digambarkan lebih memilih menentukan jalannya sendiri dibandingkan sekadar mengikuti aturan yang sudah ada.
7. Mengajukan Pertanyaan Pribadi lalu Menghakimi Jawabannya
Hal terakhir yang menjadi sorotan adalah kebiasaan mengajukan pertanyaan yang dianggap terlalu pribadi, kemudian memberikan penilaian terhadap jawaban seseorang.
Gen Z disebut semakin memperhatikan pertanyaan mana yang pantas dan tidak pantas ditanyakan kepada orang lain. Mereka juga tidak menerima ketika jawaban atas pertanyaan pribadi kemudian digunakan untuk menghakimi seseorang.
Salah satu contoh yang diberikan adalah pertanyaan kepada seorang perempuan mengenai alasan dirinya tidak ingin memiliki anak. Jika jawaban tersebut kemudian dinilai atau dihakimi, Gen Z disebut menganggap tindakan itu tidak dapat diterima.
Perbedaan Cara Pandang Antargenerasi
Ketujuh kebiasaan tersebut memperlihatkan adanya perbedaan cara pandang antara Gen Z dan generasi yang lebih tua. Gen Z disebut tumbuh dalam lingkungan dengan akses informasi yang cepat serta perubahan sosial yang berlangsung terus-menerus.
Sementara itu, generasi lebih tua digambarkan lebih terbiasa dengan proses yang membutuhkan waktu, tradisi, aturan sosial, dan kebiasaan yang telah berlangsung lama.
Meski demikian, daftar tersebut merupakan pandangan yang disampaikan dalam artikel YourTango dan tidak berarti seluruh anggota Gen Z maupun generasi lebih tua memiliki perilaku yang sama. (*)
Editor : Rafael B. Junior