PONTIANAK POST – Urutan kelahiran dalam keluarga ternyata menjadi salah satu hal yang menarik perhatian peneliti ketika membahas kepribadian seseorang. Sebuah penelitian menemukan bahwa anak tengah cenderung memiliki sejumlah karakter positif dibandingkan saudara kandungnya.
Studi yang menggunakan HEXACO Personality Inventory tersebut menilai enam aspek kepribadian, yakni kejujuran dan kerendahan hati, emosionalitas, ekstraversi, keramahan, kesadaran diri, serta keterbukaan terhadap pengalaman.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa anak tengah memiliki skor lebih tinggi dalam aspek kejujuran, kerendahan hati, dan keramahan. Temuan tersebut menjadi dasar munculnya anggapan bahwa anak tengah memiliki sejumlah karakter kepribadian yang lebih positif.
Baca Juga: Sisi Positif Kebohongan Anak Usia Dini: Menguak Rahasia Kecerdasan Kognitif dan Kontrol Diri Balita
Menurut YourTango, karakter keramahan atau agreeableness berkaitan dengan kemampuan seseorang memaafkan kesalahan orang lain, tidak mudah menghakimi, bersedia berkompromi dan bekerja sama, serta mampu mengendalikan emosi.
Sementara itu, skor tinggi pada aspek kejujuran dan kerendahan hati menggambarkan seseorang yang cenderung tidak memanipulasi orang lain demi kepentingan pribadi, tidak terlalu tertarik pada kemewahan, serta tidak merasa memiliki hak istimewa dibandingkan orang lain.
Mengapa Anak Tengah Disebut Lebih Kooperatif?
Peneliti Michael Ashton dan Kibeom Lee menyebut posisi anak dalam keluarga mungkin berhubungan dengan karakter tersebut.
Anak tengah berada di antara anak sulung dan anak bungsu. Mereka tidak memperoleh posisi sebagai anak pertama yang menjadi pusat perhatian pada awal kehidupan keluarga, tetapi juga tidak selalu mendapatkan kelonggaran seperti yang kerap diterima anak paling kecil.
Baca Juga: Usut Tuntas Kasus Kekerasan Anak, HWCI Kalbar Puji Langkah Tegas Polres Sambas
Situasi tersebut diyakini dapat membuat anak tengah lebih sering berhadapan dengan kebutuhan untuk berkompromi dan bekerja sama dengan saudara kandung.
Karena itu, mereka dapat terbiasa mengembangkan kemampuan untuk menyesuaikan diri, bersikap diplomatis, serta mempertimbangkan kepentingan orang lain.
Karakter tersebut kemudian dapat tercermin dalam beberapa aspek kepribadian, terutama keramahan dan kemampuan bekerja sama.
Anak Tunggal Cenderung Berbeda
Penelitian tersebut juga menemukan perbedaan pada anak tunggal. Mereka cenderung memperoleh skor lebih rendah dalam beberapa karakter yang berkaitan dengan kerja sama dibandingkan anak yang tumbuh bersama saudara kandung.
Salah satu kemungkinan penjelasannya adalah anak tunggal tidak memiliki pengalaman interaksi dengan saudara dalam kehidupan sehari-hari. Kondisi tersebut dapat membuat perkembangan karakter mereka lebih mengarah pada individualisme dibandingkan kerja sama.
Namun, temuan tersebut tidak berarti anak tunggal memiliki kepribadian yang lebih buruk. Perbedaan tersebut lebih berkaitan dengan pola pengalaman sosial yang mereka jalani selama tumbuh dalam keluarga.
Urutan Kelahiran Bukan Penentu Kepribadian
Meski menarik, hasil penelitian tersebut tidak dapat dijadikan kesimpulan bahwa semua anak tengah pasti memiliki kepribadian terbaik.
Perdebatan mengenai pengaruh urutan kelahiran terhadap kepribadian masih berlangsung. Penelitian lain justru menemukan perbedaan kepribadian antarsaudara yang sangat kecil sehingga menyimpulkan bahwa urutan kelahiran bukan faktor utama pembentuk kepribadian.
Faktor lain seperti budaya, pengalaman hidup, pola pengasuhan, hubungan sosial, dan jarak usia antarsaudara juga dapat berpengaruh terhadap perkembangan karakter seseorang.
Dengan demikian, posisi sebagai anak tengah mungkin berkaitan dengan kecenderungan tertentu dalam kepribadian, tetapi bukan berarti menentukan karakter seseorang secara mutlak.
Setiap anak tetap memiliki kepribadian yang unik. Pengalaman yang berbeda selama tumbuh dan berkembang dapat membuat dua saudara kandung sekalipun memiliki karakter yang sangat berbeda, meskipun berasal dari keluarga yang sama.
Editor : Rafael B. Junior