7 Kebiasaan Sederhana untuk Menjaga Rumah Tetap Bersih, Sehat, dan Bebas dari Kuman

Rafael B. Junior • Dipublikasikan Jumat, 4 September 2026 | 11:44 WIB
Ilustrasi membersihkan rumah (SHUTTERSTOCK)
Ilustrasi membersihkan rumah (SHUTTERSTOCK)

PONTIANAK POST – Rumah yang bersih bukan hanya soal tampilan yang rapi, tetapi juga berkaitan dengan kesehatan penghuni. Membersihkan rumah secara rutin dapat membantu mengurangi bakteri, virus, debu, alergen, hingga hama yang berpotensi mengganggu kesehatan.

Healthline dalam artikel yang diperbarui 30 Januari 2026 menyebutkan, kebersihan rumah menjadi semakin penting ketika salah satu penghuni sedang sakit atau memiliki sistem kekebalan tubuh yang lemah. Beberapa virus juga dapat bertahan selama berhari-hari pada permukaan tertentu di dalam rumah.

Lantas, apa saja yang perlu diperhatikan agar rumah tidak sekadar terlihat bersih, tetapi juga lebih sehat?

Baca Juga: Bahan Kimia Berbahaya di Rumah, Sofa hingga Wajan Antilengket Perlu Diwaspadai

1. Bersihkan Permukaan yang Sering Disentuh

Gagang pintu, sakelar lampu, meja, pegangan tangga, hingga permukaan peralatan rumah tangga termasuk bagian yang sering disentuh.

Membersihkan area tersebut secara rutin dapat membantu mengurangi kotoran dan mikroorganisme yang menempel. Pembersihan standar menggunakan air dan sabun sudah dapat menghilangkan sebagian besar kotoran dan kuman dari permukaan.

2. Jangan Abaikan Dapur

Dapur menjadi salah satu area yang perlu mendapat perhatian khusus karena bersentuhan langsung dengan makanan. Meja dapur, wastafel, kompor, pegangan lemari, dan tombol peralatan elektronik sebaiknya dibersihkan secara rutin.

Penggunaan talenan juga perlu diperhatikan. Healthline menyarankan agar talenan yang digunakan untuk daging mentah tidak langsung digunakan untuk memotong buah atau sayuran tanpa dicuci terlebih dahulu. Cara ini membantu mengurangi risiko kontaminasi silang dan penyebaran bakteri seperti Salmonella dan E. coli.

Makanan juga sebaiknya disimpan dalam wadah tertutup rapat. Sementara itu, sampah rumah tangga dianjurkan ditempatkan dalam tempat sampah yang memiliki penutup untuk membantu mencegah munculnya serangga.

Baca Juga: Trik 5 Menit Feng Shui Pintu Depan: Rahasia Bersihkan Pintu Rumah untuk Undang Rezeki Melimpah

3. Rutin Bersihkan Kamar Tidur

Debu, tungau debu, dan bulu hewan peliharaan dapat memengaruhi kualitas udara di dalam rumah serta mengganggu orang yang sensitif terhadap alergi.

Karena itu, kamar tidur sebaiknya rutin dibersihkan dengan mengelap permukaan dan menyedot debu. Kasur dan bantal juga perlu mendapat perhatian.

Untuk membantu mengurangi tungau debu, Healthline menyarankan penggunaan pelindung kasur dan bantal beritsleting, mencuci seprai secara rutin menggunakan air panas, serta menyedot debu pada kasur yang tidak menggunakan pelindung.

Baca Juga: 7 Cara Mengusir Lalat dari Rumah Secara Alami, Bisa Pakai Cuka hingga Tanaman Herbal

4. Jaga Kamar Mandi Tetap Kering

Kelembapan membuat kamar mandi menjadi tempat yang mudah ditumbuhi jamur. Kondisi tersebut dapat menimbulkan masalah kesehatan, termasuk iritasi mata dan memperburuk gejala asma pada sebagian orang.

Setelah mandi, dinding dan permukaan bak atau area shower sebaiknya dikeringkan menggunakan kain atau alat pembersih kaca. Tirai kamar mandi juga perlu dibersihkan secara berkala.

Lantai kamar mandi tidak boleh luput dari perhatian karena sejumlah jenis jamur dapat berpindah melalui permukaan lantai yang terkontaminasi.

5. Bersihkan Debu Secara Teratur

Debu rumah tangga tidak selalu hanya terdiri dari kotoran biasa. Healthline mengutip penelitian yang menemukan berbagai bahan kimia berpotensi berbahaya dalam debu rumah tangga. Debu juga dapat berkaitan dengan alergi, asma, dan gangguan pernapasan.

Karena itu, debu sebaiknya dibersihkan dari permukaan seperti rak, ambang jendela, furnitur, bagian atas cermin, serta area lain yang mudah menjadi tempat penumpukan debu.

Setelah mengelap permukaan, lantai dapat dilanjutkan dengan penyedotan debu atau penyapuan sebelum dipel.

Baca Juga: Cara Membakar Lemak Tubuh dengan Tepat, Latihan Beban Disebut Lebih Efektif

6. Bedakan Membersihkan, Sanitasi, dan Disinfeksi

Ketiga istilah tersebut tidak memiliki arti yang sama.

Membersihkan secara umum bertujuan menghilangkan kotoran dan sebagian besar kuman secara fisik menggunakan air dan sabun. Sanitasi bertujuan menurunkan jumlah bakteri hingga tingkat tertentu, sedangkan disinfeksi digunakan untuk membunuh virus dan bakteri pada permukaan atau benda.

Disinfeksi tidak selalu diperlukan untuk seluruh permukaan rumah setiap saat. Penggunaannya dapat dipertimbangkan ketika ada anggota keluarga yang sakit atau memiliki kondisi yang membuatnya lebih rentan terhadap infeksi.

Penting: jangan pernah mencampurkan pemutih dengan cuka atau produk pembersih lainnya karena dapat menghasilkan uap yang berbahaya jika terhirup.

Baca Juga: Tips Bersihkan Shower dengan Semprotan Buatan Sendiri, Mudah dan Praktis

7. Jangan Lupakan Alat Kebersihan

Alat yang digunakan untuk membersihkan rumah juga perlu dirawat. Kain lap, kain mikrofiber, kepala pel, spons, hingga filter penyedot debu harus dibersihkan secara rutin.

Spons dapur, misalnya, dapat menjadi tempat berkembangnya jamur dan berbagai mikroorganisme jika tidak dibersihkan atau dikeringkan dengan baik. Setelah digunakan, spons sebaiknya dibilas, diperas, kemudian disimpan di tempat yang memungkinkan sirkulasi udara.

Membersihkan rumah juga sebaiknya dilakukan secara berurutan. Healthline menyarankan merapikan barang terlebih dahulu, kemudian membersihkan debu dan permukaan sebelum menyapu atau menyedot debu, lalu mengepel lantai.

Pada akhirnya, rumah yang sehat tidak harus selalu terlihat sempurna. Kebersihan dapat dilakukan secara bertahap sesuai kemampuan. Membagi pekerjaan berdasarkan ruangan atau hari dapat membuat aktivitas membersihkan rumah terasa lebih ringan.

Selain membantu mengurangi debu, kuman, dan alergen, rumah yang rapi dan bersih juga dapat memberikan manfaat bagi kenyamanan serta kesejahteraan mental penghuni.

Editor : Rafael B. Junior
cara membersihkan rumah kebersihan rumah tips rumah sehat kesehatan keluarga tips rumah tangga