PONTIANAK - Lidah buaya atau Aloe vera kerap digunakan sebagai bahan alami untuk membantu merawat kulit, termasuk kulit yang berjerawat.
Gel bening yang terdapat di dalam daun aloe vera diketahui memiliki sifat antiinflamasi, antibakteri, dan antioksidan. Karena itu, aloe vera berpotensi membantu menenangkan iritasi dan kemerahan pada kulit.
Namun, aloe vera sebaiknya tidak dianggap sebagai pengganti utama pengobatan jerawat. Healthline mencatat, penelitian mengenai manfaat aloe vera untuk jerawat masih terbatas, meski hasil awal menunjukkan potensi ketika digunakan bersama terapi jerawat tertentu. Artikel Healthline yang lebih baru juga menyebut bukti mengenai efektivitas aloe vera secara mandiri masih membutuhkan penelitian lebih lanjut.
1. Menggunakan Gel Aloe Vera Murni
Salah satu cara paling sederhana adalah mengoleskan gel aloe vera secara langsung pada kulit yang berjerawat.
Aloe vera dapat digunakan sebagai pelembap atau dioleskan pada area tertentu yang mengalami jerawat. Sifat antiinflamasinya berpotensi membantu menenangkan kemerahan dan iritasi.
Jika menggunakan produk yang dibeli di pasaran, pilih gel dengan kandungan aloe vera yang sederhana dan minim bahan tambahan yang berpotensi mengiritasi kulit.
2. Aloe Vera dalam Produk Perawatan Jerawat
Aloe vera juga dapat ditemukan dalam sejumlah produk perawatan kulit dan obat jerawat yang dijual bebas.
Penggunaan aloe vera bersama bahan antijerawat tertentu menjadi salah satu pendekatan yang pernah diteliti. Healthline mencatat hasil penelitian terhadap kombinasi aloe vera dengan obat jerawat konvensional menunjukkan hasil yang menjanjikan pada jerawat ringan hingga sedang.
Meski demikian, efektivitas produk tetap bergantung pada kandungan aktif lain, jenis jerawat, serta kondisi kulit masing-masing orang.
Baca Juga: Luangkan 20 Menit di Luar Rumah Setiap Pagi, Ini Dampaknya bagi Otak dan Kesehatan
3. Aloe Vera dan Madu
Healthline juga membahas penggunaan campuran aloe vera dan madu sebagai masker rumahan.
Keduanya memiliki sifat yang berpotensi membantu melawan bakteri dan menenangkan kulit. Namun, masker rumahan tidak dapat menggantikan terapi medis jika jerawat tergolong berat atau meradang.
Sebelum mengoleskan campuran bahan apa pun ke wajah, sebaiknya lakukan uji tempel terlebih dahulu pada area kulit yang kecil.
Baca Juga: Rahasia Menjaga Estetika Bentuk Bonsai Konsisten dan Tetap Cantik
4. Aloe Vera dan Tea Tree Oil
Aloe vera juga pernah digunakan sebagai bahan dasar yang dicampur dengan tea tree oil.
Tea tree oil memiliki sifat antibakteri dan telah banyak digunakan dalam produk perawatan jerawat. Namun, bahan ini cukup kuat sehingga penggunaannya perlu lebih hati-hati.
Healthline menyarankan campuran tersebut tidak dibiarkan terlalu lama pada kulit dan perlu dibilas setelah penggunaan.
Bagi pemilik kulit sensitif, penggunaan bahan aktif tambahan sebaiknya dikonsultasikan terlebih dahulu dengan dokter kulit.
5. Jangan Sembarangan Menggunakan Lemon
Salah satu metode lama yang dibahas dalam artikel Healthline adalah mencampurkan aloe vera dengan air perasan lemon.
Namun, penggunaan bahan yang bersifat asam pada kulit perlu kehati-hatian. Lemon dapat menyebabkan iritasi pada sebagian orang, terutama jika kulit sensitif.
Karena itu, penggunaan produk perawatan kulit yang diformulasikan khusus untuk wajah umumnya lebih mudah dikontrol dibandingkan mencampurkan bahan dapur secara mandiri.
6. Hindari Scrub yang Terlalu Kasar
Artikel Healthline juga membahas campuran aloe vera, gula, dan minyak kelapa sebagai eksfoliator.
Namun, menggosok kulit yang sedang mengalami jerawat secara agresif bukan pilihan yang ideal. Gesekan berlebihan dapat memperparah iritasi dan mengganggu lapisan pelindung kulit.
Untuk kulit berjerawat, perawatan yang lembut umumnya lebih aman daripada melakukan eksfoliasi fisik secara berlebihan.
7. Jangan Mengonsumsi Aloe Vera untuk Mengobati Jerawat
Mengoleskan aloe vera pada kulit berbeda dengan meminum jus atau produk aloe vera.
Healthline menyebut bukti manfaat konsumsi aloe vera untuk mengatasi jerawat masih terbatas. Konsumsi aloe dalam jumlah tertentu juga dapat menimbulkan risiko dan berinteraksi dengan obat-obatan.
Karena itu, jangan mengonsumsi aloe vera sebagai pengobatan jerawat tanpa mengetahui keamanan dan dosisnya.
Wajib Lakukan Uji Tempel
Meski aloe vera umumnya dapat digunakan pada kulit, sebagian orang tetap dapat mengalami reaksi seperti gatal, kemerahan, atau iritasi.
Healthline menyarankan melakukan uji tempel pada area kecil seperti pergelangan tangan, belakang telinga, atau lengan bagian atas sebelum menggunakannya pada wajah. Jika muncul reaksi, penggunaan sebaiknya dihentikan.
Artikel Healthline yang diperbarui pada 2025 juga mencatat bahwa aloe vera secara topikal umumnya dianggap aman jika digunakan sesuai petunjuk, tetapi sensitivitas kulit tetap mungkin terjadi.
Aloe Vera Bukan Obat Utama Jerawat
Aloe vera dapat menjadi bagian dari rutinitas perawatan kulit, terutama untuk membantu menenangkan kulit dan mengurangi rasa tidak nyaman akibat peradangan.
Namun, bukti mengenai kemampuan aloe vera sebagai pengobatan jerawat secara mandiri masih terbatas. Healthline dalam artikel terbarunya juga menyebut bahan tersebut mungkin membantu, tetapi penelitian lebih lanjut masih diperlukan.
Jika jerawat berukuran besar, terasa nyeri, meradang parah, meninggalkan bekas, atau tidak membaik dengan perawatan bebas, sebaiknya berkonsultasi dengan dokter kulit untuk mendapatkan penanganan yang sesuai. (rbj)
Editor : Hanif