Tren Rumah Modern Ubah Kebiasaan Makan, Ruang Makan Mulai Beralih Fungsi

Rafael B. Junior • Dipublikasikan Kamis, 10 September 2026 | 14:22 WIB
Ilustrasi meja makan.
Ilustrasi meja makan.

PONTIANAK POST - Ruang makan yang dahulu menjadi bagian penting dari rumah keluarga kini perlahan kehilangan tempatnya. Kebiasaan makan bersama di ruangan khusus mulai bergeser, seiring perubahan gaya hidup dan cara masyarakat memanfaatkan ruang di dalam rumah.

Fenomena tersebut disoroti The Guardian dalam artikel yang terbit pada 9 September 2026. Ruang makan khusus dinilai semakin jarang dipertahankan karena pemilik rumah menemukan cara lain untuk menggunakan area tersebut.

Bagi sebagian orang, makan kini tidak harus dilakukan di meja makan. Dapur, ruang keluarga, bahkan sofa menjadi tempat yang lebih praktis untuk menikmati makanan.

Baca Juga: Ingin Jantung Tetap Sehat? Lakukan 3 Kebiasaan Ini Setelah Makan Malam

Dari Ruang Khusus Menjadi Ruang Serbaguna

Ruang makan sebenarnya bukan konsep baru. Sejak zaman Romawi kuno, masyarakat telah mengenal ruangan khusus untuk menikmati makanan yang disebut triclinium.

Namun, ruang makan dengan bentuk yang dikenal saat ini berkembang menjadi bagian dari rumah kelas menengah sejak era Victoria hingga abad ke-20. Dahulu, ruang tersebut bahkan sempat dianggap sebagai bagian dari gaya hidup kalangan berada.

Perubahan terjadi ketika ruang keluarga mulai dipenuhi furnitur yang semakin besar dan nyaman. Kondisi tersebut mendorong pemisahan area makan dari ruang untuk bersantai.

Memasuki abad ke-20, ruang makan bahkan menjadi bagian dari rancangan rumah sederhana. Namun, kebiasaan itu kini mulai berbalik.

Baca Juga: 13 Langkah Praktis Atur Fengshui Ruang Tamu: Hadirkan Energi Positif dan Ketenangan

Hampir Seperempat Pemilik Rumah Ubah Fungsi Ruang Makan

Penelitian yang dikutip The Guardian dari perusahaan asuransi Aviva menunjukkan hampir seperempat pemilik rumah telah mengubah fungsi ruang makan mereka.

Sebagian pemilik rumah memilih membongkar dinding untuk memperbesar dapur atau ruang keluarga. Sementara lainnya mengubah ruang makan menjadi kantor rumahan maupun ruang olahraga.

Perubahan tersebut menunjukkan bahwa masyarakat semakin membutuhkan ruang yang dapat digunakan untuk berbagai aktivitas, bukan ruangan yang hanya memiliki satu fungsi.

Tren dapur berukuran lebih besar juga ikut mengubah pola aktivitas keluarga. Memasak dan makan kini cenderung dilakukan di area yang sama sehingga dapur tidak lagi sekadar tempat menyiapkan makanan.

Baca Juga: 7 Kebiasaan Sederhana untuk Menjaga Rumah Tetap Bersih, Sehat, dan Bebas dari Kuman

Makan di Sofa hingga Depan Komputer

Perubahan gaya hidup juga membuat sebagian orang tidak lagi menjadikan meja makan sebagai tempat utama untuk menyantap makanan.

Ada yang makan di sofa sambil menonton televisi, sementara lainnya menikmati makanan di depan komputer. Kebiasaan tersebut menunjukkan bagaimana aktivitas makan semakin menyatu dengan kegiatan lain.

Jika dilihat dari sejarahnya, perubahan tersebut bahkan bisa dianggap sebagai sebuah siklus. Setelah sebelumnya masyarakat memiliki ruang khusus untuk makan, kebiasaan makan kini kembali menyebar ke berbagai area rumah.

Tren Rumah Terbuka Percepat Perubahan

Perubahan ruang makan sebenarnya telah diprediksi sejak lama. Pada 2008, sebuah prediksi bahkan menyebut ruang makan dapat menghilang pada 2020.

Saat itu, lebih dari 500 ribu pemilik rumah disebut berencana melakukan renovasi dengan membongkar atau menggabungkan ruang makan mereka dalam kurun 12 bulan berikutnya.

Tren open-plan living kemudian semakin mempercepat perubahan tersebut. Konsep rumah dengan ruang yang terbuka dan minim sekat membuat batas antara dapur, ruang makan, dan ruang keluarga menjadi semakin kabur.

Pada akhirnya, perubahan ruang di dalam rumah berjalan seiring dengan perubahan cara manusia menjalani kehidupan sehari-hari. Ketika pola interaksi, bekerja, memasak, dan bersantai berubah, fungsi ruangan di dalam rumah pun ikut menyesuaikan.

Ruang makan mungkin tidak sepenuhnya menghilang. Namun, bagi semakin banyak penghuni rumah, mempertahankan satu ruangan yang hanya digunakan sesekali untuk makan dianggap kurang praktis dibandingkan memanfaatkannya untuk kebutuhan lain. (*)

Editor : Rafael B. Junior
desain rumah tren rumah open plan gaya hidup ruang makan